TERKINI
SPORT

Kisah Syekh Hamzah Fansuri, dari Barus ke Oboh Mencari Tanah Kejujuran

SUBULUSSALAM - Syekh Hamzah Fansuri datang dari Barus ke Kampong Oboh, Rundeng yang dulunya masih hutan belantara karena tidak ada satu pun manusia tinggal di…

DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 3.8K×

SUBULUSSALAM – Syekh Hamzah Fansuri datang dari Barus ke Kampong Oboh, Rundeng yang dulunya masih hutan belantara karena tidak ada satu pun manusia tinggal di sana. Kampong Oboh berada di pinggiran Lae (Sungai) Souraya.

Kedatangan Tuan Syekh Hamzah ke Oboh untuk mencari tanah kejujuran yang belum ditemukan sebelumnya. Di lokasi tersebut, ia mulai bercocok tanam menanamkan satu kaleng padi dan saat panen hasilnya pun satu kelang.

“Dalam sejarah disebutkan, dia datang kemari untuk mencari tanah kejujuran,” kata Imam Kampong Oboh, Khalid Ujung saat berbincang dengan portalsatu.com, Kamis, 18 Juni 2020.

Menurut Khalid Ujung dari sejarah yang ia ketahui, bahwa Tuan Syekh Hamzah Fansuri lah orang pertama datang ke Oboh, yang dulunya daerah ini belum memiliki nama karena tidak ada manusia yang berdiam di sini, kecuali setelah Hamzah Fansuri datang.

Setelah menetap di Oboh,  dalam sejarahnya, Tuan Syekh Hamzah Fansuri mulai bercocok tanam dengan satu kaleng padi di tanah Oboh. Ketika panen, hasil yang diperoleh juga tidak lebih dan tak kurang dari satu kaleng padi. Maka, Syekh Hamzah Fansuri menyebut tanah Oboh sebagai tanah kejujuran.

“Dia dari dulu mencari tanah kejujuran, dalam sejarah, dia tanam satu kaleng padi, pas waktu panen hasilnya juga satu kaleng, inilah tanah yang jujur katanya.  Akhirnya dia baru mendapatkan tanah yang jujur itu ada di Oboh,” ungkap Khalid Ujung didampingi penjaga makam, Ali Akbar.[]

Helmi Abu Bakar El-Langkawi
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar