Karya Taufik Sentana* Lelaki dan Hujan Lelaki itu telah mengenal hujan sejak lama, selama ia mengenal laut, angin dan ombak. Hujan baginya awal kerinduan atau…
Karya Taufik Sentana*
Lelaki dan Hujan
Lelaki itu telah mengenal hujan sejak lama, selama ia mengenal laut, angin dan ombak.
Hujan baginya awal kerinduan
atau perjumpaan yang disengaja.
Tanah atau lembah yang basah
adalah hasratnya
dan penguapan adalah kepasrahan.
Titik titik hujan itu selalu ingin ia gambar
dan disimpannya dalam catatan kaki.
Catatan itu akan bersaksi
tentang gejolak, keinginan
dan rahasia terpendam seorang lelaki.
——————-
Lelaki dan Waktu
Lelaki itu dirasuki waktu
waktu telah membungkus setiap jejak
di batin dan langkahnya.
Pada mula ia menyangka
waktu memang menjebaknya
menariknya ke bilik bilik peristiwa
sambil membolak balik jendela
atau meraba gejala gejala.
Lelaki itu berfikir bahwa hukum waktu
adalah kilatan peristiwa, kehendak dan gerak jiwa. Ia tidak yakin bahwa waktu akan membuat kita binasa dan merenggut segalanya.
Walau waktu memang membatasi kita
tapi waktu adalah “kepemilikan” kita yang pertama.
Waktu akan menghimpun ada dan tiada kita. Pun menyergap makna dan kehampaan anak manusia.
Dan lelaki itu menyadari, tiada yang bersalah dengan waktu, termasuk dengan keberadaannya disini.[]
*Banyak menulis puisi dan esai sosial