TERKINI
HUKUM

TA. Khalid Minta Polisi Usut Tuntas Penggranatan Rumah Anggota DPRK Aceh Barat dari Gerindra

BANDA ACEH – Ketua DPD Partai Gerindra Aceh, TA. Khalid, meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penggranatan di depan rumah anggota DPRK Aceh Barat, Ahmad…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 23.6K×

BANDA ACEH – Ketua DPD Partai Gerindra Aceh, TA. Khalid, meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penggranatan di depan rumah anggota DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani, di Gampong Alue Pirman, Kecamatan Woyla Barat, Senin, 8 Juni 2020, dini hari.

Ahmad Yani yang saat ini menjabat Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat merupakan kader Partai Gerindra.

“Kita meminta aparat keamanan mengusut tuntas kejadian ini agar ke depan tidak ada lagi yang berani bermain-main. Siapapun pelakunya (yang melempar granat itu)  harus ditangkap dan diproses sesuai hukum berlaku,” tegas TA. Khalid kepada portalsatu.com melalui telepon seluler, Senin siang.

TA. Khalid juga menyatakan DPD Gerindra Aceh berduka atas kejadian itu. Sebagai Ketua DPD Gerindra Aceh, TA. Khalid turut memberikan dukungan moral kepada Ahmad Yani.

“Saya minta kepada anggota DPRK Aceh Barat dari Gerindra itu tetap tegar. Sebagai anggota dewan, Ahmad Yani, harus tetap mempertahankan idealisme seperti yang telah dibuktikan selama ini, karena kebenaran di atas segalanya,” ujar TA. Khalid.

TA. Khalid juga mengajak semua pihak berkomitmen menjaga situasi dan kondisi aman di Aceh. “Mari kita menjaga keamanan Aceh, agar Aceh tidak ter-image daerah yang tidak aman sehingga mengganggu investasi di Aceh,” kata TA. Khalid yang juga Anggota DPR RI Fraksi Gerindra dari Dapil II Aceh.

(Tim Penjinak Bom dari Brimob melakukan olah TKP. Foto: Azhar)

Diberitakan sebelumnya, warga dikagetkan dengan suara ledakan di depan rumah Ketua Komisi D DPRK Aceh Barat, Ahmad Yani, di Gampong Alue Pirman, Kecamatan Woyla Barat, Senin, 8 Juni 2020, dini hari sekitar pukul 03.45 WIB.

Suara ledakan diduga berasal dari granat yang dilempar orang  belum teridentifikasi itu juga membuat Ahmad Yani dan keluarganya terkejut. Aparat kepolisian dari tim penjinak bom kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

“Suaranya sangat besar, sehingga membuat kami terkejut, kebetulan saat itu saya hendak beristirahat, setelah duduk dengan warga di dekat rumah saya. Setelah kejadian, kami tak berani lagi berada di rumah. Beberapa jendela juga pecah akibat kejadian itu,” ungkap Ahmad Yani yang juga kader Partai Gerindra.

Menurut Ahmad Yani, selama ini ia tidak punya musuh secara pribadi. Secara jabatan, ia mengaku selama ini telah menjalankan tugas dan fungsinya sesuai aturan. “Saya kalau pribadi tidak pernah bermusuhan dengan orang, tapi kalau secara jabatan saya tidak tahu apa ada orang yang tidak senang,” tuturnya.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Andrianto Arga Muda, mengatakan pihaknya sedang melakukan pemeriksaan di lokasi dengan menurunkan tim penjinak bom.[](Azhar/nsy)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar