SEBUAH video yang menampilkan sosok mualaf asal Korea Selatan (Korsel) Daud Kim tengah viral. Ajaran Islam dinilai sangat diperlukan untuk mengisi batiniah warga Negeri Gingseng.
Saking viralnya, pendiri Pesantren Daarut Tauhid KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym ikut mengunggah video sang YouTuber melalui akun Instagram @aagym, Selasa (2/5/2020). Pandangan Kim tentang alasan negaranya membutuhkan Islam menarik perhatian Aa Gym.
Penuturan Kim, menurut Aa Gym, berdasarkan berbagai perubahan baik yang telah ia alami setelah memeluk agama Islam. Awalnya Kim menjelaskan bahwa Korsel merupakan salah satu negara dengan kategori paling baik untuk ditinggali.
Lantaran menjadi negara terkaya urutan ke-12. Pengembangan teknologi canggih dan layanan kesehatan terbaik menjadi nilai tambahnya. Dari segala sisi baiknya, Kim menemukan sisi lain yang membuatnya yakin bahwa Korsel butuh sentuhan ajaran Islam.
“Angka depresi dan bunuh diri tinggi di Korsel,” ujar Kim menyebut salah satu kondisi sosial masyarakat di sana.
Korsel memang merupakan salah satu negara dengan angka depresi tertinggi. Hal ini diakibatkan oleh budaya hidup kompetitif sehingga banyak orang yang berlomba-lomba bersaing antara satu sama lain dan tak henti membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain. Kondisi ini, ujar Kim, membuat mereka terdoktrin untuk memiliki kehidupan yang sempurna, sehingga tanpa sadar akan membuat mereka tertekan.
Timbullah perasaan untuk terus menyalahkan diri sendiri hingga berujung pada keinginan untuk mengakhiri hidup. Dalam ajaran Islam disebutkan, bahwa Allah melarang umat-Nya untuk menyalahkan diri sendiri. Tidak ada anggapan bahwa seorang manusia itu superior dari manusia lainnya. Semua manusia merupakan makhluk ciptaan-Nya yang sama baiknya. Sehingga tujuan hidup hanyalah untuk menyembah Allah dan mengikuti segala perintah-Nya.