TERKINI
FEATURE

Pengalaman Menyenangkan Liputan MotoGP di Sepang Malaysia 2017

Menonton MotoGP secara langsung di sirkuit merupakan impian bagi pecinta MotoGP di seluruh dunia. Mendengarkan suara gelegar dari motor dengan mesin berteknologi canggih dan merasakan…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 4 menit
SUDAH DIBACA 1K×

Menonton MotoGP secara langsung di sirkuit merupakan impian bagi pecinta MotoGP di seluruh dunia. Mendengarkan suara gelegar dari motor dengan mesin berteknologi canggih dan merasakan euphoria sorak gembira semua penonton di tribun sirkuit. Terlebih lagi bisa bertatap muka langsung dengan pembalap yang diidolakan. Dan pengalaman inilah yang kami dapatkan di MotoGP Sepang 2017, Malaysia.

Tak pernah menyangka saya dan Akbar Hazzanna yang merupakan penyiar radio lokal di Banda Aceh bisa mendapat kesempatan untuk meliput pertandingan dengan skala internasional ini. Setelah mengulik informasi di internet ternyata dibuka kesempatan bagi pers untuk mendaftar sebagai media pers di ajang MotoGP Sepang 2017 ini. 

Setelahmendaftar dan melewati wawancara via email, kami pun lolos menjadi media pers untuk MotoGP Sepang 2017 yang termasuk dalam 600 media pers dari seluruh dunia yang diseleksi secara ketat oleh Dorna Media Sport SL. 

Race MotoGP Sepang 2017

Sabtu (28/10) merupakan babak kualifikasi dan suhu di sirkuit pada hari itu sekitar 50 derajat celcius. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi para pembalap karena bisa menyebabkan dehidrasi pada saat race. 

Setelahbabak kualifikasi selesai akhirnya Dani Pedrosa mendapatkan pole position. Kami sempat meng-interview Rossi dan Lorenzo pada hari itu. Seakan tak percaya bisa berhadapan langsung dengan pembalap MotoGP dengan sembilan kali mendapat gelar juara dunia. 

Akbarbertanya kepada Rossi bahwa siapakah pembalap yang paling kompetitif di Sepang kali ini. “I think Dani is the most competitive rider, because he got better grip with the tyres and the track, and Vinales  also can be competitive too,” ujar Rossi.

Race pada hari Minggu (29/10) pun tiba. Pagi itu cuaca sangat bersahabat, tidak terlalu panas dan tidak hujan. Race di mulai dengan Moto3 dan dilanjutkan dengan Moto2. Secara tiba-tiba hal yang tidak diinginkan pun terjadi. Setelah semua pembalap Moto2 melewati garis finish, selang beberapa menit kemudian hujan deras turun beserta petir yang menyambar. Penonton di tribun pun sedikit kecewa akan perubahan cuaca yang begitu mendadak. 

Setelahmendapat pengumuman dari Race Direction akhirnya race tetap dilanjutkan dengan ban basah. Semua kru di paddock masing-masing pembalap segera bergegas mengganti ban motor tim mereka. 

Pembalap Dani Pedrosa di posisi paling depan. Lampu hijau menyala pertanda race sudah dimulai. Pertandingan sangat sengit karena semua pembalap harus ekstra hati-hati agar motor mereka tidak tergelincir akibat lintasan yang basah dan licin.

Setelah 20 laps berlalu akhirnya posisi pertama diraih oleh pembalap Ducati, Andrea Dovizioso dengan total waktu 0:44:51.497 detik. Sayang sekali Pedrosa yang mendapat pole position harus berakhir di garis finish dengan posisi kelima. Setelah race selesai saya dan partner saya beserta media pers lainnya melakukan wawancara langsung dengan Marc Marquez.

“Saya sangat menjaga kestabilan motor di lintasan karena keadaan lintasan yang basah. Saya tidak mau ceroboh dengan mengejar posisi pertama di Sepang kali ini. Saya ikut race kali ini hanya untuk membuat jalan lebih mudah untuk menjadi juara dunia musim ini,” ujar Marquez.

Untukperolehan poin sementara Marquez masih memimpin dengan jumlah poin 282. Di susul oleh Dovi dengan perolehan 261 poin dan Vinales dengan perolehan 226 poin. Dovi melesat finish pertama di GP Malaysia, sementara Marquez keempat. Keduanya terpaut 21 poin menuju final di Valencia, Spanyol. 

Doviberkemungkinan kecil untuk menjadi juara dunia MotoGP musim ini, sebab Marquez akan tetap menjadi juara dunia meski hanya finish ke-11 di kampung halamannya tersebut. Ini yang membuat Dovi menyesalkan performa nya di Australia yang hanya bisa finish ke-13.

“Saya sangat kesal dengan Philip Island. Saya pasti bisa mendapat angka lebih bagus jika tak melakukan kesalahan di lap kedua saat itu,” kata Dovi dilansir dari Autosport, Senin (30/10). 

Dengan mudahnya akses internet dan penggunaan media sosial, mari manfaatkan kesempatan yang sangat besar ini untuk kita membuka diri dan berkreatifitas tanpa batas sebagai generasi muda Aceh khususnya. Lihat saja, banyak sekali anak muda Aceh bisa berkarya di kancah nasional hingga internasional. Kalau saya dan Akbar saja bisa, generasi muda Aceh lainnya kapan lagi? Bangga jadi Aceh. Buat Aceh Mendunia!

Penulis adalah Fadil, Mahasiswa S2 di Central China Normal University, Wuhan – China, email: jovan945fm@gmail.com

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar