Hati manusia kerap berbolak balik. Sebentar mencintai, tapi sedetik kemudian bisa saling menyakiti. Ada pula yang tadinya membenci dengan sangat, sesaat setelah itu berubah menjadi saling menyayangi. Berbagai faktor menyebabkan naik turunnya perasaan manusia terhadap sesamanya.
Sebenarnya, ada cinta yang begitu kekal tanpa batas dan tidak akan berubah bagaimana pun kondisinya. Adalah cinta Sang Pencipta kepada seorang hamba. Namun tentu tidak mudah menggapai cinta-Nya.
Tantangan untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan mutlak harus dilakukan untuk menggapai cinta Allah. Selain itu, umat juga diperintahkan agar berdoa ketika berharap cinta dari-Nya.
Manusia kerap kali berharap cinta dari sesamanya. Berbagai cara dilakukan agar dicintai, dimiliki, dan diperhatikan oleh orang yang dicintai. Namun, tidak sedikit yang berakhir dengan rasa kecewa. Karena cinta dari manusia, biasanya mudah sekali berubah.
Padahal ada cinta hakiki yang seharusnya kita harapkan dan kita cari. Adalah cinta Illahi, yang akan menyelamatkan kita hingga di akhirat nanti. Namun mendapatkan cintanya bukan perkara gampang. Selain kemauan dalam hati untuk terus berusaha membuat-Nya percaya, Allah SWT juga melihat kesungguhan kita dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Nabi Daud alihis-salaam merupakan contoh nyata dari seorang hamba yang menginginkan kasih sayang dan cinta dari Rabb-Nya. Beliau paham betul jika di dunia ini tidak ada cinta yang lebih patut diutamakan dan diharapkan manusia selain daripada cinta yang berasal dari Allah.