Beberapa bahasa yang punah sejak Abad Kegelapan ditemukan lagi di antara beberapa manuskrip yang ada di biara Saint Catherine, Mesir.
Cukup banyak teks yang ditemukan oleh para peneliti dari Early Manuscripts Electronic Library di Kalifornia dituliskan dalam bahasa yang tidak lazim.
Menurut situs web Sinai Palimpsest Project, tim internasional yang terdiri dari 23 cendekiawan terkemuka “terus menerus menguak temuan baru terkait bahasa-bahasa kuno, teks, dan gaya-gaya tulisan.”
Seperti dikutip dari Ancient Origins pada Kamis (31/8/2017), ribuan manuskrip di Saint Catherine ditulis dalam bahasa Arab, Yunani, Etiopia, Koptik, Armenia, dan Siriak.
Temuan-temuan bahasa lainnya adalah bahasa Kaukasia Albania yang selama ini hanya ditemukan dalam ukiran-ukiran terpisah, dan bahasa Aram Palestina Kristen yang punah setelah abad ke-12.
Ada juga beberapa teks yang ditulis dalam bahasa Latin, tapi belum sepenuhnya dikenali dan tergolong dalam “tulisan yang sangat awal,” demikian menurut penjelasan laman Sinai Palimpsest Project.
Selain itu, ada juga tiga teks medis Yunani Kuno yang belum pernah diketahui oleh para ahli sejarah dan salinan tulisan dokter legendaris Hippocrates sebagaimana dilaporkan dalam Ancient Origins pada bulan lalu.
Michael Phelps dari Early Manuscripts Electronic Library di Kalifornia menjelaskan kepada The Times, “Pada abad ke-20, manuskrip-manuskrip ditemukan dalam gua-gua. Pada abad ke-21, kita akan menggunakan teknik-teknik baru pada manuskrip-manuskrip yang ada di bawah hidung kita.”
Teknik Baru Pengungkap Teks
Untuk karya-karya tulis Kristen, koleksi perpustakaan yang menyimpan lembaran perkamen (parchment) atau palimpsest penelitian itu hanya kalah dari koleksi Vatikan.