TERKINI
EKBIS

Blok Simeulue Belum Bisa Disebut Sebagai Cadangan Migas

BANDA ACEH - Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Marzuki Daham, menyebutkan klaim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terkait  adanya cadangan migas yang besar…

MURDANI ABDULLAH Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 4.2K×

BANDA ACEH – Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Marzuki Daham, menyebutkan klaim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terkait  adanya cadangan migas yang besar di Simeulue, Aceh, masih sebatas dugaan. Menurutnya hasil penelitian itu masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.

“Saya pikir ini baru dugaan dan masih perlu pembuktian dengan kegiatan eksplorasi yang intensive. Issue ini juga bukan baru, sudah sejak 2008, kita sudah dengar ini,” ujar Marzuki Daham menjawab portalsatu.com, Jumat, 3 November 2017 malam.

Dia berharap ada perusahaan Migas yang interest untuk mengeksplorasi dugaan adanya cadangan Migas di Blok Simeulue. Apalagi tidak ada yang mampu menjamin keberadaan cadangan Migas di Simeulue jika belum dieksplorasi.

“Kalau belum dibor, tidak akan pernah kita tahu apa isinya, (apakah) migas, CO2, H2S, atau air. Apalagi untuk mengetahui jumlahnya,” kata Marzuki Daham.

Dia juga menyangkal belum adanya penelitian lanjutan di Blok Simeulue karena belum berjalannya BPMA. Dia mengatakan hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan belum terisinya organisasi BPMA.

“Secara operasi semua KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) di Aceh tetap jalan kegiatan eksplorasi dan eksploitasinya,” ujar Marzuki lagi.

Kepala BPMA Marzuki Daham juga menyebutkan hingga saat ini belum ada perusahaan Migas yang berminat dengan Blok Simeulue. Untuk itu, kawasan ini belum jadi Wilayah Kerja Migas.

“Kita harapkan semoga ada yang berminat dalam waktu dekat ini. Yang jelas ini belum bisa kita sebut sebagai cadangan Migas,” katanya lagi.[]

MURDANI ABDULLAH
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar