SUKA MAKMUE - Masyarakat Nagan Raya heboh dengan kabar baru giok yang menjadi bahan utama lantai dan dinding untuk pembangunan masjid agung kabupaten setempat "berubah"…
SUKA MAKMUE – Masyarakat Nagan Raya heboh dengan kabar baru giok yang menjadi bahan utama lantai dan dinding untuk pembangunan masjid agung kabupaten setempat “berubah” menjadi batu koral. Kabar ini menjadi perbincangan hangat warga di warung-warung kopi dan viral di media sosial.
Mengenai kabar ini, salah satu pekerja pemasangan batu lantai Masjid Agung Nagan Raya menyebutkan bahan yang dipergunakan untuk lantai dan dinding merupakan batu mulia. Namun batu mulia yang dimaksud belum masuk kategori giok.
“Batu ini jenis blackjack. Kalau kondisinya sekarang memang nampak (terlihat) seperti batu koral (batu biasa), tapi setelah dipoles (dikilatkan), maka warna aslinya akan keluar,” kata pria yang tidak mau dicantumkan namanya tersebut, Senin, 30 Oktober 2017.
Dia menduga banyak masyarakat awam yang tidak memahami batu mulia akan mengira bahan baku lantai dan dinding masjid tersebut adalah giok. Dia sendiri awalnya mengira batu tersebut adalah giok.
“Kalau batu ini sendiri baru akan nampak warna khasnya setelah disiram, makanya nanti batu ini akan dipoles semua biar warna aslinya keluar semua,” kata pria tersebut.
Wartawan portalsatu.com di Nagan Raya hingga saat ini masih mencoba mengonfirmasi secara resmi, pihak kontraktor dan dinas terkait untuk mempertanyakan bahan baku Masjid Agung Nagan Raya yang disebut berubah menjadi batu koral tersebut. Lagipula pada perencanaan awal pembangunan, masjid ini disebutkan akan menjadi Masjid Giok pertama di Indonesia.[]