BANDA ACEH - Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam wadah Gayo Merdeka meminta perubahan syarat pada sayembara himne Aceh. Tuntutan ini mereka sampaikan dalam…
BANDA ACEH – Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam wadah Gayo Merdeka meminta perubahan syarat pada sayembara himne Aceh. Tuntutan ini mereka sampaikan dalam aksi yang berlangsung di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Selasa, 31 Oktober 2017.
“Bukan menuntut himne ini ditiadakan, tetapi dilakukan perubahan syarat atau kriteria untuk membuat hymne tersebut,” kata Hirfan, salah satu orator dalam aksi tersebut.
Mereka menilai syarat sayembara himne Aceh terlalu diskriminatif. Padahal Aceh terdiri dari berbagai sub suku, “mulai dari Alas, Aceh, Aneuk Jamee, Pak Pak, Devayan, Haloban, Tamiang, dan Gayo.”
Seperti diketahui, pengumuman sayembara himne Aceh telah dilaksanakan sejak 17 Oktober 2017 lalu. Dalam sayembara tersebut panitia turut menetapkan beberapa syarat yang diantaranya, himne Aceh dilantunkan menggunakan bahasa Aceh. Diduga, kriteria sayembara ini yang memberatkan aktivis Gayo Merdeka sehingga mengadakan aksi tersebut.
“Kami mau keberagaman Aceh tetap dijaga. Kami menyarankan kepada bapak anggota dewan, kita boleh menggunakan bahasa daerah tetapi harus merangkul daerah-daerah lainnya,” katanya lagi.[]