TERKINI
NEWS

Prajurit TNI Lakukan Aksi Berbahaya pada Sertijab Danyonif 114

REDELONG - TNI merupakan salah satu kekuatan militer terbesar di dunia dan nomor satu di Asia Tenggara. Kemampuan satuan khususnya membuat militer negara lain mengapresiasi TNI menjadi…

HENDRIK MEUKEK Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.1K×

REDELONG – TNI merupakan salah satu kekuatan militer terbesar di dunia dan nomor satu di Asia Tenggara. Kemampuan satuan khususnya membuat militer negara lain mengapresiasi TNI menjadi salah satu pasukan terbaik di bumi. Kemampuan yang wajib dimiliki prajurit TNI adalah beladiri, salah satunya adalah Yong Moo Do. Ilmu beladiri asal Korea yang dikenal dengan teknik pukulan mematikan.

Seperti yang dipertontonkan seratusan prajurit TNI di sela-sela upacara serah terima jabatan Komandan Batalyon Infanteri 114 Satria Musara dari Letkol. Inf. Hendri Widodo kepada Letkol. Inf. Mulyadi ST di lapangan Mako batalyon di Wih Pesam, Bener Meriah, Rabu 10 Oktober 2017.

Para parjurit angkatan darat terlatih tersebut memperlihatkan gerakan melumpuhkan lawan dengan tangan kosong, lompat salto menghindari lawan, memainkan tongkat, dan yang paling berbahaya mampu menghancurkan benda keras dengan kepala, tangan, dan kaki, seperti genteng, besi, beton, dan balok es.

Hebatnya lagi, para prajurit terlatih tersebut memperlihatkan aksi yang membuat takjub penonton, yaitu mematahkan 5 batang sampai 12 batang es balok sekaligus.

Kegiatan itu ikut disaksikan Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Agus Firman Yusmono, Bupati Bener Meriah Ahmadi, Dandim Aceh Utara Letkol. Kav. Fadjar Wahydi Broto, serta sejumlah perwira TNI lainnya, dan kepolisian setempat.

“Setiap prajurit TNI memang dituntut memiliki ilmu beladiri yang mumpuni, salah satunya Yong Moo Do. Batalion 114 merupakan salah satu batalyon infanteri terbaik di Aceh yang memiliki prajurit-prajurit tangkas dalam beladiri dan tempur,” jelas Danrem 011 Lilawangsa kepada wartawan.

Ia berharap ke depan, Danyonif baru harus mampu mengembangkan kemampuan personel TNI di Batalion tersebut semakin baik, tidak hanya kemampuan pertahanan negara, prajurit TNI ke depan juga harus semakin dekat dengan rakyat, mempererat hubungan dengan Kepolisian dan harus menjadi bagian penting dari pembangunan daerah dalam berbagai sektor.[] (*sar)

HENDRIK MEUKEK
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar