Kenny Wells (Matthew McConaughey) bermimpi menemukan tambang emas terbesar dalam sejarah. Mimpinya tersebut membawa Kenny menjumpai Michael Acosta (Édgar Ramírez), seorang ahli geologi yang pernah…
Kenny Wells (Matthew McConaughey) bermimpi menemukan tambang emas terbesar dalam sejarah. Mimpinya tersebut membawa Kenny menjumpai Michael Acosta (Édgar Ramírez), seorang ahli geologi yang pernah memaparkan teori Ring of Fire. Saat itu, Kenny mengajak Acosta bertemu di Indonesia. Negara yang disebut-sebut menyimpan deposit emas terbesar saat itu.
Pertemuan antara Acosta dengan Kenny berakhir mulus. Meskipun sebelumnya, Acosta tidak yakin dengan penampilan Kenny Wells. Kenny yang merupakan putra pendiri Washoe Corporate, perusahaan pertambangan di Amerika Serikat ini, berhasil meyakinkan Acosta dengan ide gilanya. Padahal, baik Kenny maupun Michael Acosta saat itu benar-benar sedang dalam kondisi terpuruk.
Untuk menguji keseriusan Kenny, sang ahli geologi akhirnya membawa Wells ke Kalimantan. Di daerah ini diduga pernah terjadi fenomena alam yang luar biasa sehingga daratan pegunungannya membentuk jejak kaki. Kenny dan Acosta sepakat bekerjasama mencari logam mulia.
Acosta memberikan penawaran tertinggi jika Kenny memang ingin memperkerjakannya. Namun, Kenny menolak. Dia lebih senang jika Acosta memiliki saham sebesar 50 persen dari usaha mereka nanti. “Apapun yang terjadi, 50:50. Buktikan mereka salah.” Bunyi kontrak antara Kenny dan Acosta.
Acosta kemudian mengurus semua hal di lapangan untuk penggalian emas tersebut. Dia juga ikut mengurus “administrasi” di birokrasi setempat, yang menurut Acosta, “Indonesia bukan hanya sekadar mengurus leasing.”
Upaya penggalian yang dilakukan Kenny dan Acosta sempat memakan waktu lama. Kenny bahkan terserang malaria dan nyaris meninggal di hutan Kalimantan. Mereka juga sempat ditinggal para pekerja lokal yang menilai upaya pencarian itu buntu.
Singkat cerita, Kenny dan Acosta berhasil menemukan tambang emas yang membuat mereka terkenal di Amerika Serikat. Kenny yang sempat dicemooh oleh analis dan akuntan Washoe Corporate berhasil mengumpulkan dana lebih besar dari perusahaan tersebut untuk operasional tambang mereka.
Kenny menjadi miliarder baru. Namanya bersama Acosta menjadi perbincangan para bisnisman di negeri Paman Sam. Kenny Wells pun menjadi langganan berita untuk media bisnis dan tambang.
Namun salah satu pesaing mereka, Mark Hancock, menginginkan keberhasilan Kenny-Acosta. Dia kemudian meminta Kenny untuk menjual brande merk emas mereka. Hancock juga ingin menyingkirkan Kenny dan Acosta dari kejayaan penemuan emas di Kalimantan tersebut.
Tentu saja Kenny menolak. Dia bahkan melupakan uang senilai $300 million USD dari kubu Hancock. Penolakan Kenny menyebabkan tambang emas mereka ditutup oleh militer Indonesia. Acosta yang tidak mengetahui hal ini bahkan nyaris ditembak oleh seorang prajurit TNI.
Kenny dan Acosta gulung tikar. Usaha tambang mereka berhenti beroperasi. Kennya menjadi uring-uringan. Politik ekonomi yang dimainkan Hancock membuat hidupnya hancur. Pria yang memiliki rambut tipis–nyaris botak–di bagian depan ini menjadi pemabuk.
Acosta mendatangi Kenny. Dia terbang dari Indonesia dan nyaris memukul pria tersebut. Acosta ternyata memiliki rencana setelah mengetahui permainan Hancock. Mereka kemudian mendekati putra Soeharto, Tommy.
Kenny yang mengetahui sifat Tommy berhasil menarik perhatian anak penguasa Orde Baru tersebut. Meskipun saat itu Tommy menantang Kenny untuk memegang kepala Harimau Sumatera. Menurut Tommy, tanpa nyali mereka tidak akan bisa bekerjasama. Kenny semula ragu. Namun dia kemudian memberanikan diri dan berhasil mengeluarkan kepala Harimau Sumatera yang dikurung di dalam sangkar.
“50:50,” kata Kenny.
Cerita di atas merupakan sinopsis dari film Gold yang diproduksi tahun 2016 oleh Boies/Schiller Films, Black Bear Pictures, dan Highway 61 Films. Film ini digarap berdasarkan kisah nyata terkait skandal perusahaan tambang di Amerika.
Film ini menarik untuk ditonton terutama bagi mereka yang menyukai isu-isu sekitar pertambangan, dan politik bisnis perusahaan-perusahaan besar. Jika menganalisis kisah yang ditulis Patrick Massett dan John Zinman ini, maka kita juga akan mampu menganalisis kenapa sebuah perusahaan tiba-tiba kehilangan izin beroperasi atau dengan mudah mendapat izin operasi.
Penulis melihat banyak kesan yang ingin disampaikan penulis “Gold” dalam film ini. Salah satunya adalah mendirikan perusahaan atau bekerjalah dengan orang-orang yang benar-benar kamu percayai. Bukan dengan orang-orang yang hanya menginginkan kekayaan dari hasil jerih payahmu.
Kesan ini ditegaskan oleh penulis naskah film “Gold” di akhir cerita, dimana Acosta yang dikabarkan menghilang atau dibunuh setelah naik helikopter milik militer, malah mengirimkan selembar cek senilai $82 million USD untuk Kenny Wells yang telah kehilangan perusahaannya.[]