TERKINI
NEWS

Mapesa Temukan 20 Nisan Zaman Kesultanan Terkubur dalam Satu Liang

BANDA ACEH - Masyarakat Peduli Sejarah Aceh atau Mapesa menemukan 20 nisan yang terkubur dalam satu liang, di Lingkungan Lampoh Leubok, Punge Blang Cut, Banda…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.4K×

BANDA ACEH – Masyarakat Peduli Sejarah Aceh atau Mapesa menemukan 20 nisan yang terkubur dalam satu liang, di Lingkungan Lampoh Leubok, Punge Blang Cut, Banda Aceh, Minggu, 8 Oktober 2017. Nisan-nisan yang diduga berasal dari abad 16 ini belum diketahui milik siapa.

“Belum terbaca inskripsinya. Yang ka terdeteksi 20 neuk, yang berhasil diangkat selama lhee go meuseuraya 17 nisan (yang sudah terdeteksi terkubur di lokasi ini 20 nisan, yang sudah berhasil diangkat selama tiga kali meusueraya 17 nisan),” kata Ketua Mapesa, Mizuar Mahdi, menjawab portalsatu.com.

Dia menduga bakal banyak nisan lain ditemukan terkubur di satu liang yang ada di kompleks makam Perdana Menteri Seri Maharaja Tun Hasan tersebut. Namun, Tim Mapesa meragukan jika nisan-nisan ini memang berasal dari kompleks yang sama.

“Diduga, ini nisan-nisan yang dibongkar kemudian ditanam di kawasan ini. Ini baru dugaan, karena kita menemukan sampah tsunami dan serabut atau akar pohon kelapa dalam liang nisan tersebut. Selain itu, kita juga menemukan baju dan dua helai KTP. Milik perempuan, satunya tertulis warga Punge Ujong dan lainnya warga Sukaramai,” kata Mizuar lagi.

Dia mengatakan Mapesa masih menjadwalkan meusueraya lanjutan di lokasi tersebut pekan depan. Menurutnya untuk meusueraya lanjutan mereka akan menggali lebih dalam, di liang yang sama. “Karena diduga masih ada nisan lain yang terkubur di liang tersebut.”

“Nisan-nisan yang ditemukan masih dalam kompleks Perdana Menteri Seri Maharaja Tun Hasan wafat 1000 Hijriah atau 1592 Masehi, yang di nisannya kira-kira tertulis orang kuat dan terlibat dalam banyak peperangan dan menjabat sebagai menteri di zaman pemerintahan Sultan 'Alaudin,” ujar Mizuar.

Mizuar menduga, Sultan Alauddin yang dimaksud adalah Sultan Alauddin Sayyidil Mukamil bin Firmansyah. Hal ini merujuk pada catatan sejarah yang menyebutkan di masa sultan tersebut, Aceh sering bertempur melawan Portugis.

“Salah saboh jih lage yang disebutkan dalam surat Ratu Elizabeth I yang ditujukan kepada Sultan Sayyidil Mukamil,” kata Mizuar.[]

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar