BANDA ACEH -- Gubernur Aceh Irwandi Yusuf terus melakukan upaya untuk meyakinkan dunia internasional jika Aceh aman dan nyaman untuk dikunjungi. Baik untuk tujuan wisatawan…
BANDA ACEH — Gubernur Aceh Irwandi Yusuf terus melakukan upaya untuk meyakinkan dunia internasional jika Aceh aman dan nyaman untuk dikunjungi. Baik untuk tujuan wisatawan maupun untuk berinvestasi.
Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Mulyadi Nurdin mengatakan, upaya itu dilakukan dengan menggelar berbagai event berskala internasional, baik event pariwisata maupun olahraga.
Baca: Nova Sebut Tsunami Cup Bukan Agenda Tunggal
Dengan suksesnya event tersebut diharapkan bisa meyakinkan pihak luar Aceh khususnya calon investor agar tidak ragu lagi menanamkan modalnya di Provinsi Aceh.
Saya akan melakukan segala upaya untuk memberi kesan Aceh kita ini aman dalam rangka menyejahterakan rakyatnya. Kita tidak bisa hanya berteriak-teriak Aceh Aman. Kita harus melakukan aksi nyata, Aceh harus meriah dan gebyar. Harus kita buktikan, kata Mulyadi Nurdin mengutip pernyataan Irwandi Yusuf, melalui siaran pers, Sabtu, 23 September 2017.
Mulyadi Nurdin menyebutkan, salah satu event yang mampu menarik perhatian banyak orang saat ini adalah melalui penyelenggaraan kompetisi olahraga seperti sepakbola, sebagaimana yang direncanakan Pemerintah Aceh dan telah diusulkan dalam APBA-Perubahan.
Baca: KAMMI: Eksekutif dan Legislatif Aceh Kembali Lukai Hati Rakyat Aceh
Kompetisi itu rencananya akan mengundang negara-negara yang juga pernah mengalami musibah tsunami seperti Jepang, Thailand, Malaysia, dan Srilanka. Kegiatan tersebut kata Mulyadi, awalnya diberi nama Tsunami Cup, namun setelah menerima berbagai masukan Gubernur Aceh siap mengganti nama kompetisi.
Menggunakan nama Tsunami Cup memang menimbulkan kontroversi. Ini sudah diprediksi dari awal, bahwa Tsunami itu bencana besar, iya. Tapi untuk menggerakkan negara-negara korban tsunami tidak bisa kita menggunakan payung lain selain tsunami. Tapi ini telah menimbulkan antipati. Baiklah judulnya akan saya ganti dengan Disaster Awareness Cup,” kata Irwandi.
Lebih lanjut ia menjelaskan, awalnya kegiatan kejuaraan ini akan ditangani oleh PSSI, sedangkan untuk perbaikan stadion dan fasilitas penunjang lainnya agar memenuhi standar internasional biayanya ditanggung oleh Pemerintah Aceh sekitar Rp4 miliar.
Namun kata Irwandi, ternyata PSSI tidak mampu membiayainya, sehingga terpaksa Pemerintah Aceh mengambil alih pelaksanaannya, sehingga biaya membengkak menjadi Rp11 miliar.
Dan ke depan, akan lebih banyak lagi event bertaraf internasional yang akan diadakan di Aceh. Insya Allah, saya tidak mau menjadi gubernur yang biasa-biasa saja, tambah Irwandi Yusuf.[]