BANDA ACEH – “Pawang ini pawang itu. Baca sampai habis dan pahami.” Demikian judul status facebook Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Selasa, 12 September 2017. Dalam status ini, Irwandi Yusuf turut menandai Nova Iriansyah, yang tak lain adalah wakilnya di Pemerintahan Aceh.
Status yang ditulis Irwandi kali ini masih seputaran Unit Layanan Pengadaan atau ULP di Pemerintahan Aceh. Dia seperti terkesan sedang curhat dengan kondisi lelang proyek APBA yang diduga mendapat tekanan dari teman-temannya sendiri.
“Baru saja saya membenahi pemerintahan supaya lebih bersih lebih transparan, tapi saya harus berhadapan dengan teman sendiri yang tetap mengusung birahi ekonomi. Ketika nap(f)su tidak tersalurkan, mereka menendang kanan kiri dan menyalahkan pawang misterius,” tulis Irwandi dalam paragraf kedua dan ketiga status Facebook miliknya yang mendapat 1,8 ribu like.
Selain itu, dalam statusnya, Irwandi Yusuf juga menuliskan alasan mengganti Kepala ULP Aceh dari Reza Ferdian kepada Irawan Pandu Negara. Dia mengaku, Reza tidak langsung diganti semasa Irwandi dikukuhkan menjadi Gubernur Aceh. Irwandi, dalam statusnya, juga mengaku telah memberikan petunjuk agar Reza mengikuti peraturan dalam tender proyek dan tidak KKN.
“Saya menyatakan tidak ada arahan untuk memenangkan kanan atau kiri, saya perintahkan agar ULP memenangkan yang menang. Namun, Reza melawan kebijakan saya karena dia sepertinya terikat kepada lingkaran rezim lama,” tulis Irwandi Yusuf.
Irwandi menyebutkan teman-temannya sudah mengusulkan untuk mengganti pejabat ULP sejak lama. Mereka juga menyodorkan calon kepala ULP baru supaya mudah berkoordinasi. “Apa lagi kalau bukan masalah proyek. Saya tidak mengambil calon yang disodorkan mereka selain karena tidak memenuhi syarat juga karena saya tidak mau apabila setelah kita berhasil mengusir setan orang hanya untuk digantikan oleh setan kita sendiri. Mereka lalu ngambek,” tulis Irwandi lagi.