BULAN Idul Adha sebagai momentum silaturrahmi harus kita masyarakat nilai-nilai dalam realita kehidupan sehari-hari. Silaturrahmi bukan hanya di realisasikan pada bulan dan waktu tertentu saja namun di usahakan dalam setisp kesempatan dan waktu. Esensi silaturrahmi bukan hanya dapat di aplikasi secara fisik namun lebih dari itu, silaturrahmi dengan nonfiisik atau dengan bahasa singkatnya silaturrahmi rohani.
Tentu saja jenis silaturrahmi rohani ini dimensinya tanpa limit dan waktunya bahkan lebih luas dari samudera di dunia ini. Jenis ini penekanannya kepada mereka yang telah tiada ataupun almarhum. Realisaisinya sangat simple dan tidak terlalu rumit minimal dengan mengisah dan menyebut kembali kebaikan mereka atau mentransfer pahala kepada mereka yang telah tiada dengan bermacam jenis kebaikan ataupun istigfar juga berbagai jalur yang sejenisnya.
Kita mengetahui bahwa saat ini dengan jasa kecanggihan teknolgi informasi seperti media sosial, handphone dan lainnya. Tentu saja dengan banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kaum muslimin bersilaturahmi. Bukankah silaturahmi merupakan satu kebutuhan yang dituntut fitrah manusia? Hal ini disebabkana dapat menyempurnakan rasa cinta,memiliki, interaksi sosial antar umat manusia. Silaturahmi juga merupakan dalil & tanda kedermawanan serta ketinggian akhlak seseorang.