TERKINI
HEALTH

Idul Adha (IV): Silaturrahmi Rohani

BULAN Idul Adha sebagai momentum silaturrahmi harus kita masyarakat nilai-nilai dalam realita kehidupan sehari-hari. Silaturrahmi bukan hanya di realisasikan pada bulan dan waktu tertentu saja…

HELMI SUARDI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 490×

BULAN Idul Adha sebagai momentum silaturrahmi harus kita masyarakat nilai-nilai dalam realita kehidupan sehari-hari. Silaturrahmi bukan hanya di realisasikan pada bulan dan waktu tertentu saja namun di usahakan dalam setisp kesempatan dan waktu. Esensi silaturrahmi bukan hanya dapat di aplikasi secara fisik namun lebih dari itu, silaturrahmi dengan nonfiisik atau dengan bahasa singkatnya silaturrahmi rohani.

Tentu saja jenis silaturrahmi rohani ini dimensinya tanpa limit dan waktunya bahkan lebih luas dari samudera di dunia ini. Jenis ini penekanannya kepada mereka yang telah tiada ataupun almarhum. Realisaisinya sangat simple dan tidak terlalu rumit minimal dengan mengisah dan menyebut kembali kebaikan mereka atau mentransfer “pahala” kepada mereka yang telah tiada dengan bermacam jenis kebaikan ataupun istigfar juga berbagai jalur yang sejenisnya.

Kita mengetahui bahwa saat ini dengan jasa kecanggihan teknolgi informasi seperti media sosial, handphone dan lainnya. Tentu saja dengan banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kaum muslimin bersilaturahmi. Bukankah silaturahmi merupakan satu kebutuhan yang dituntut fitrah manusia? Hal ini disebabkana dapat menyempurnakan rasa cinta,memiliki, interaksi sosial antar umat manusia. Silaturahmi juga merupakan dalil & tanda kedermawanan serta ketinggian akhlak seseorang.

Memutus tali silaturrahmi adalah perbuatan yang sangat dilarang dalam agama Islam, Allah berfirman:“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Q.S An-Nisaa' : 1).

Menurut Rasulullah SAW, Allah SWT akan melapangkan rezeki orang yang suka menyambung tali silaturahmi. Allah juga akan memanjangkan umur kepadanya. Dalam sabdanya :?“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.” (H.R Bukhari). Dalam hadits Abu Hurairah, sabda Rasulullah yang lain:Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah bersilaturahmi” (Muttafaqun 'alaihi).

Kini dapat kita mengerti, betapa pentingnya silaturahmi dalam Islam. Maka melihat pentingnya silaturahmi tersebut maka mari kita isi dengan bersilaturrahmni sesama.[]

HELMI SUARDI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar