Bersedekah adalah satu amalan yang istimewa. Rasulullah SAW pun telah memberikan contoh betapa dahsyatnya sedekah beliau. Sungguh dengan mengagumi sedekah Rasulullah itulah tak sedikit manusia yang berbondong-bondong masuk Islam.
Sudah jelas bagi kita semua bahwa sedekah itu menambah rezeki dan keberkahan hidup. Akan tetapi tak sedikit dari kita yang terlalu banyak berpikir sehingga sedekah itu tertunda.
Rasulullah SAW berpesan, “Tidaklah harta menjadi berkurang karena sedekah, dan tidaklah seseorang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kehormatan kepada dirinya; dan seseorang tiada bersikap merendah diri karena Allah, melainkan ia akan diangkat derajatnya oleh Allah,” (HR Muslim dan Tirmidzi).
Untuk meningkatkan semangat kita bersedekah, marilah kita merenungkan betapa dasyatnya sedekah Rasulullah SAW:
TAK PERNAH MENOLAK
Rasulullah SAW tak pernah menolak siapa pun yang menginginkan sesuatu darinya. Buktinya disebutkan dalam hadis dari Jabir RA berkata, “Tidaklah pernah sama sekali Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diminta suatu (harta) lalu beliau berkata tidak.” (Muttafaq Alaih).
TAK PERLU MENUNGGU
Begitupun Rasulullah SAW tak risau jika barang yang beliau kagumi pun akan disedekahkan tanpa menunggu waktu terlalu lama. Dalam satu riwayat, yang dikeluarkan oleh Ibnu Jarir dari Shal bin Sa'd RA berkata, “Seorang wanita telah datang kepada Nabi SAW dengan membawa suatu pakaian, berupa mantel yang terukir pada ujung-ujungnya, lalu wanita itu berkata, 'Wahai Rasulullah, saya datang untuk memberikan ini untuk Anda, lalu Rasulullah mengambilnya, beliau memang sangat membutuhkannya hingga beliau memakainya, kemudian mantel itu dilihat oleh seseorang sahabat, seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, betapa indahnya mantel tersebut, maka berikanlah mantel itu kepadaku?'
Beliau berkata, 'Ya', dan ketika Rasulullah beranjak untuk memberikannya, para sahabat yang lain mencela orang tersebut seraya berkata, 'Engkau tidak bersikap baik ketika melihat Rasulullah mengambil mantel itu dari wanita tadi karena membutuhkannya, lalu engkau memintanya padahal engkau tahu bahwa tidaklah beliau itu dimintai sesuatu lalu beliau menolaknya', dia berkata, 'Demi Allah, tidaklah ada faktor yang mendorong saya melakukan itu melainkan karena saya berharap keberkahannya ketika telah dipakai oleh Rasulullah, dan saya berharap agar saya dikafani dengan mantel tersebut.