BANDA ACEH – Komunitas Peusaba meminta pemerintah Turki dan Iran (Persia) membuka kantor konsulat di Aceh. Permintaan ini bukan tanpa alasan. Hal ini berdasarkan kekhawatiran mereka terhadap terancam hilangnya bukti-bukti sejarah dua negara tersebut di Aceh.
“Peusaba Aceh kembali meminta pemerintah Turki agar membantu melindungi situs sejarah Turki yang sedang dihancurkan dan hendak dijadikan gunungan sampah dan kolam tinja di Titik Nol Banda Aceh,” kata Koordinator Peusaba, Mawardi Usman, kepada portalsatu.com, Kamis, 24 Agustus 2017.
Dia mengatakan warga Aceh kesulitan melindungi situs sejarah yang ada di daerahnya jika tidak ada peranan dari luar. Menurutnya dengan adanya sokongan dari pihak luar maka akan membuat masyarakat Aceh kembali bersemangat.
Mawardi berharap dengan adanya bantuan dari Turki dan Persia (Iran) akan membangkitkan kembali kesadaran sejarah Aceh. Apalagi Turki terkenal dengan kemampuannya menjaga sejarah.