Saya sebagai seorang muslim, ikut prihatin atas saudara-saudara kita yang mendapat masalah dari biro perjalanan umrah First Travel. Gara-gara dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah, 35 ribuan jemaah gagal berangkat umrah ke tanah suci.
Dana saudara-saudara kita yang belum berangkat ada sekitar Rp550 miliar yang disetor ke First Travel. Kasus ini sendiri, seperti diungkapan media sedang ditangani kepolisian. Bahkan pemilik First Travel juga sudah ditahan polisi.
Tapi sayangnya, persoalan yang dihadapi calon jemaah ini belum ditangani secara khusus. Aparat lebih fokus kepada penyelenggara, sementara nasib 35 ribu jemaah ini belum ada yang memikirkan. Padahal, permintaan para jemaah sederhana, mereka hanya ingin ibadah umrah ke tanah suci. Mereka sangat merindukan Baitullah. Bagi mereka, umrah menjadi pelipur dan pengganti berangkat haji yang kuotanya terbatas dan baru bisa berangkat puluhan tahun kemudian.