TAKENGON - Sultan Mahudin, 15 tahun, penderita Post Trauma Oculi Dextra membutuhkan uluran tangan dermawan. Lelaki kelahiran Gampong Tanoh Depet, Kecamatan Celala, Aceh Tengah ini mengalami pembengkakan…
TAKENGON – Sultan Mahudin, 15 tahun, penderita Post Trauma Oculi Dextra membutuhkan uluran tangan dermawan. Lelaki kelahiran Gampong Tanoh Depet, Kecamatan Celala, Aceh Tengah ini mengalami pembengkakan mata bagian kiri.
Penyakit itu mulai menyerang Sultan sejak berumur tiga tahun. Semula, penyebab serangan penyakit itu diduga lantaran tertusuk ujung sereh wangi. Seiring berjalan waktu, mata Sultan mulai berlendir dan bengkak dengan bola mata melalak keluar.
Faktor ekonomi mengurung niat keluarga untuk merawat remaja ini di rumah sakit. Pengobatan dengan jasa dukun menjadi alternatif bagi keluarga Sultan saat itu. Namun, upaya tersebut tak kunjung membuahkan hasil. Bola mata Sultan malah terus membesar, kondisi fisik dan berat badannya juga menurun.
Malu dengan kondisinya, buah hati pasangan Jemalim dan Kasrina itu akhirnya memutuskan berhenti sekolah. Terakhir, Sultan duduk di bangku kelas empat sekolah dasar.
Sultan yang lahir 1 September 2002 lalu itu akhirnya mendapat perhatian dari Komunitas Palliative Care Indonesia dan Cfour Aceh.
Saya mengetahui penyakit Sultan sejak saya Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Aceh Tengah. Saat itu langsung kita laporkan dan kita beri pendampingan. Proses pendampingan dari Takengon juga dibantu teman-teman KKN dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), ujar founder Komunitas Palliative Care Indonesia, Nabella Harun, kepada portalsatu.com, Senin, 21 Agustus 2017.
Sultan akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh untuk menjalani operasi pada Selasa, 22 Agustus 2017 sekitar pukul 07.00 WIB nanti.
Nabella mengatakan selain Sultan, komunitas yang didirikannya tersebut juga aka merujuk Salwani, 11 tahun, gadis Buntul Sere, Kecamatan Celala, Aceh Tengah ke RSUZA untuk menjalani operasi. Salwani diserang penyakit tumor sejak kecil. Penyakit yang telah berukuran gumpalan remaja itu mulai menutupi sebagian mata kirinya.
Berbeda dengan Sultan, gadis ini tak putus asa dengan penyakit yang dideritanya. Dia tetap melanjutkan pendidikan di SD N 10 Celala dan kini sudah kelas enam.
Faktor ekonomi juga menjadi alasan keluarga ini tidak merawat Salwani di rumah sakit, kata Nabella Harun.
Tak hanya itu, Salwani juga berasal dari keluarga broken home yang mengharuskannya tinggal bersama pamannya, Aradi. Mereka bermukim di Desa Buntul Sere, Kecamatan Celala, Aceh Tengah.
Nabella menyebutkan, kondisi Salwani saat ini mulai melemah. Tumor yang menutupi mata bagian kirinya juga mulai tidak berfungsi dengan baik. “Jika tidak segera ditangani, tumor itu dikhawatirkan akan menyerang bagian otak dan organ tubuh lainnya,” katanya.[]