BANDA ACEH – Pernyataan Ketua Partai Demokrat Aceh, Nova Iriansyah, dalam rapat kerja daerah PDI Perjuangan yang berlangsung Sabtu, 19 Agustus 2017 kemarin dinilai provokatif. Apalagi Nova dalam pernyataannya mengajak untuk melawan dominasi partai lokal di DPR Aceh agar program-program pemerintah tidak dihambat.
“Nova selaku perwakilan partai nasional di Aceh tidak menghormati keberadaan partai lokal di DPR Aceh. Sebuah hal yang wajar kalau partai lokal berdaulat di wilayahnya sendiri. Sama seperti Partai Demokrat dulu menguasai pemerintahan nasional dua periode,” ujar Koordinator M@PPA Pusat, Azwar A Gani, melalui pesan singkatnya kepada portalsatu.com, Minggu, 20 Agustus 2017.
Menurut Azwar dominasi partai lokal di DPR Aceh disebabkan rakyat Aceh tidak percaya kepada partai nasional yang ada di daerah ini. Hal ini dibuktikan dengan raihan kemenangan partai lokal dalam dua kali pemilihan legislatif, yaitu 2009 dan 2014.
“Seharusnya Nova sebagai Wakil Kepala Pemerintah Aceh harus mendorong sinergisitas antara parlok dengan parnas untuk menyukseskan program pemerintah. Jika Nova tidak mampu melakukan sinergisitas antara parlok dan parnas dalam pemerintahan Irwandi-Nova, silahkan ambil jalan lain saja,” ujar Azwar A Gani.
Sebagai catatan, Nova Iriansyah dalam Rakerda PDI Perjuangan mengeluhkan dominasi partai lokal di DPR Aceh. Dia juga mengkhawatirkan adanya gejala single majority untuk menghambat program-program pemerintahannya bersama Irwandi.
Dalam Rakerda PDI Perjuangan tersebut, Nova mengakui bahwa partai pendukung pemerintah saat ini belum mampu mengalahkan partai penguasa. Untuk itu dia berharap partai pendukung Irwandi-Nova dapat meraih kemenangan di Pileg 2019 mendatang.