TERKINI
NEWS

Desember, Pemerintah Bayar Ganti Rugi Lahan Warga Imbas Proyek Trans Nasional

BANDA ACEH - Proyek jalan tol Trans Nasional di Aceh saat ini baru memasuki tahap pengukuran dan pembebasan lahan. Sementara mengenai Detail Engineering Design atau…

root Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 3.4K×

BANDA ACEH – Proyek jalan tol Trans Nasional di Aceh saat ini baru memasuki tahap pengukuran dan pembebasan lahan. Sementara mengenai Detail Engineering Design atau DED dijadwalkan dibahas dalam rapat bersama Departemen Pekerjaan Umum, Rabu, 9 Agustus 2017.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh, Ir. Rizal Aswandi, saat dijumpai portalsatu.com di ruang kerjanya, Senin, 7 Agustus 2017. Rizal menyebutkan ganti rugi lahan warga yang terkena proyek ini juga baru dilaksanakan pada Desember 2017 nanti.

“Kalau (DED) itu sudah ada, kita akan bentuk tim kecil oleh Gubernur sama sosialisasi kepada masyarakat bahwa tol ini akan dibangun. Setelah masyarakat tahu, kita langsung melakukan penetapan lokasi,” kata Rizal.

Rizal mengatakan jika masyarakat menyetujui DED proyek Trans Nasional maka baru gubernur menetapkan lokasi dan membebaskan lahan. Dia menyebutkan hingga saat ini belum ada satupun warga yang menolak rencana pembangunan Trans Nasional. Warga yang tanahnya terkena proyek tersebut bahkan sering bertanya kapan pemerintah mengganti rugi lahan mereka.

“Dukungan dari masyarakat Aceh Besar positif,” kata Rizal, yang mengaku putra daerah Aceh Besar.

Di sisi lain, Rizal mengatakan pemerintah mengupayakan menghindari rute Trans Nasional agar tidak merusak bangunan yang sudah ada. Namun, jika tidak memungkinkan maka pemerintah akan memberikan ganti rugi kepada pemilik bangunan tersebut.

Proyek Trans Nasional, kata Rizal, sudah dimulai pengukurannya sepanjang 73 Kilometer. Sementara untuk pembiayaannya dipergunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). “Kalau APBA hanya diminta bantu tenaga saja kita, karena itu juga tugas daerah, tugas gubernur dan juga bupati,” kata Rizal.

Namun Rizal belum memastikan berapa nominal anggaran untuk proyek tersebut. Dia memperkirakan anggaran yang dikucurkan mencapai Rp4 triliun lebih untuk proyek pembangunan jalan dari Aceh Besar hingga Sigli. Menurut Rizal jumlah tersebut diplot untuk pembebasan tanah dan konstruksi.

“Itupun masih dalam hitungan kasar, belum pasti. Sementara untuk lanjutan dari Sigli sampai ke Medan, itu lain lagi anggarannya, sesuai urutan, itu di surat Keppres sudah ada semua itu,” ujarnya lagi. 

Presiden juga meminta agar groundbreaking dilaksanakan pada Desember 2017. Sementara pelaksana proyek yang sudah ditunjuk adalah PT Hutama Karya.

Untuk pendanaan pelaksanaan proyek, Rizal Aswandi juga belum mengetahui sumber anggaran yang akan dipakai PT Hutama Karya. Apakah itu mengandalkan APBN atau uangnya berasal dari investor.

“Kita 'kan nggak tahu, pemerintah pusat sudah menyerahkan pelaksanaan konstruksi proyek itu ke PT Hutama Karya, salah satu perusahaan BUMN bergerak di bidang kontruksi jalan tol,” kata Rizal Aswandi.

Berdasarkan data yang dirilis Bisnis Indonesia, rencana pembangunan jalan tol di Aceh yang tersambung ke tol Sumut sesuai urutannya, yakni Banda Aceh-Sigli 75 Km mulai konstruksi pada tahun 2025 dan selesai 2027. Sementara pembangunan Sigli-Lhokseumawe sepanjang 135 Km, dan Lhokseumawe-Langsa 135 Km serta Langsa-Binjai 110 Km, ditargetkan dimulai konstruksinya pada 2026 dan selesai tahun 2029.[]

Laporan: Taufan Mustafa

root
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar