Sultan Jauharul 'Alam Syah bin Muhammad Syah (W. 1239 H/1823 M).
Dalam tahun 1229 hijriah, Almarhum Sultan Jauharul 'Alam Syah bin Muhammad Syah pindah ke Teluk Samawi (hari ini: Lhokseumawe) dari kota pemerintahannya, Bandar Aceh Darussalam, akibat pergolakan yang muncul untuk menjatuhkannya pada waktu itu.
Di sana, Sultan yang memiliki wawasan luas dan cakap berbahasa Inggris ini, memperoleh dukungan penuh dan dilindungi oleh penguasa Teluk Samawi, Tuanku Karot.
Di sanalah kemudian Sultan menerbitkan mata uang “keuh” atas namanya dengan disertai tahun dan negeri tempat dicetak: 1229, Teluk Samawi.
Sejauh yang kami ketahui, mata uang yang memuat dengan sangat terang nama Sultan Aceh Darussalam, Jauharul 'Alam Syah, dan Teluk Samawi, merupakan mata uang yang langka, dan saat ini berada dalam koleksi Bidang Kebudayaan, Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab. Aceh Utara.
