TERKINI
NEWS

Kisah Pavel Durov, Si Ganteng yang ‘Kabur’ dari Rusia dan Ciptakan Aplikasi Telegram

NAMA Telegram mungkin terdengar asing di telinga beberapa pengguna pesan instan. Meski tak sepopuler WhatsApp, namun aplikasi pesan ini memiliki keamanan yang cukup baik karena ia…

ZAHRATIL AINIAH Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

NAMA Telegram mungkin terdengar asing di telinga beberapa pengguna pesan instan. Meski tak sepopuler WhatsApp, namun aplikasi pesan ini memiliki keamanan yang cukup baik karena ia memiliki fitur enkripsi.

Adapun Pavel Durov, ialah pendiri dan CEO dari aplikasi perpesanan yang aman tersebut. Menariknya, Durov membangun aplikasi ini setelah ia melarikan diri dari Rusia dengan kekayaan sebesar USD260 juta yang diperolehnya dari menciptakan jaringan sosial VKontakte.

Berkat kesuksesannya tersebut, Durov mendapat julukan “Mark Zuckerberg Rusia”, tapi ia dipaksa keluar dari perusahaan (VKontakte) yang membuatnya mendapatkan kekayaan. Kini aplikasi barunya (Telegram) juga tak kalah sukses dari sebelumnya. Durov terkenal dengan gaya hidupnya yang unik. Berikut ini kisah hidup Durov yang luar biasa seperti dikutip dari Business Insider, Selasa (1/8/2017).

Durov lahir di Rusia pada 10 Oktober 1984. Pria yang cukup dekat dengan kakaknya ini belajar tentang kode di sekolah. Menariknya, sang kakak, Nikolai Durov ternyata juga mengetahui tentang kode.

Setelah meninggalkan universitas pada 2006, Durov bersaudara memulai VKontakte, sebuah jaringan sosial berbahasa Rusia yang bekerja dengan cara yang mirip dengan Facebook. Hal ini membuatnya sangat populer dan memiliki pertumbuhan yang baik.

Durov mendapatkan banyak uang dari situs tersebut. Ia dilaporkan memiliki kekayaan bersih sekira USD260 juta. Karena suatu hal, Durov akhirnya kehilangan kontrol atas VKontakte dan memilih pergi dari Rusia.

Kemudian, saudara Durov memiliki rencana cadangan. Mereka diam-diam mendirikan sebuah perusahaan di Buffalo, New York dan menerbangkan beberapa karyawan setia VKontakte ke Amerika Serikat (AS).

Proyek rahasianya di New York itu ternyata Telegram, sebuah aplikasi chat terenkripsi yang membuat sulit bagi pemerintah untuk memata-matai pengguna. Durov dilaporkan menghabiskan USD1 juta uangnya setiap bulan untuk menjaga agar Telegram tetap berjalan. Durov berkeliling dunia dengan empat karyawan dan menggunakan Airbnb untuk tinggal di kota berbeda.

Terlepas dari itu semua, Durov memiliki selera berpakaian yang cukup unik. Ia senang menggunakan pakaian hitam warna hitam seperti karakter Neo dalam film 'The Matrix'.[]Sumber:okezone

ZAHRATIL AINIAH
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar