TERKINI
GAYA

Besok Siang Ada Teater Balitok di ACC Sultan Selim 

BANDA ACEH - Komunitas Tikar Pandan bekerja sama dengan Cordillera Green Network dan Asia Center-Japan Foundation akan menggelar pertunjukkan teater Balitok (Deru Mesin dari Gunung),…

ADI GONDRONG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 521×

BANDA ACEH – Komunitas Tikar Pandan bekerja sama dengan Cordillera Green Network dan Asia Center-Japan Foundation akan menggelar pertunjukkan teater Balitok (Deru Mesin dari Gunung), pada 2 Agustus 2017, pukul 14.00 siang, di Gedung Sultan Selim Banda Aceh. Pertunjukkan ini merupakan hasil kerja sama tiga negara: Indonesia, Filipina, dan Jepang.

Teater ini akan dimainkan oleh puluhan aktor dari Dataran Tinggi Coldirella, Pulau Luzon, Filipina, yang sehari-hari tinggal di perkebunan kopi.

Balitok mengisahkan bagaimana era demam emas yang telah mulai dirintis di kawasan itu sejak era Penaklukan Spanyol abad ke-16, lalu beralih tangan kepada perusahaan multinasional pada masa Filipina dijajah Amerika Serikat, selama berabad-abad menjadi ancaman terhadap kehidupan para petani.

Naskah teater ini ditulis berdasarkan wawancara para aktor dengan para penambang rakyat, yang mengambil alih pertambangan emas dari perusahaan-perusahaan multinasional setelah Perang Dunia Kedua berakhir, dan sekali lagi harus berhadapan dengan kehancuran lingkungan dan pencemaran bahan-bahan kimia. Setsu Hanasaki dan Toshihisa Yoshida, seorang seniman Jepang bertindak selaku sutradara untuk pertunjukkan ini dan didukung oleh tim artistik dari Banda Aceh, Cordillera, dan Tokyo. 

Cordillera Green Network adalah sebuah LSM lingkungan yang sejak 2001 bekerja untuk mendukung gerakan pemulihan lingkungan di Dataran Tinggi Coldirella yang hancur karena pertambangan emas, dan dalam kegiatannya kerap menggunakan pendekatan kesenian. 

Sebelum diselenggarakan di Banda Aceh, Balitok dipentaskan di Manila dan beberapa kota lainnya di Filipina. Pertunjukkan ini gratis. 

Dalam rangkaian kegiatan ini, Komunitas Tikar Pandan juga akan menyelanggarakan workshop teater, yang melibatkan seniman, seperti Setsu Hanasaki,  Agus Nur Amal, dan Fauzan Santa.[] (*sar)

ADI GONDRONG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar