TERKINI
NEWS

Lintas KKA-Gunung Salak Belum Dipasang Marka dan Rambu

LHOKSEUMAWE - Sepanjang lintas Simpang KKA-Gunung Salak sampai Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah belum terpasang garis putih di badan jalan atau sering disebut marka jalan.…

HENDRIK MEUKEK Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.9K×

LHOKSEUMAWE – Sepanjang lintas Simpang KKA-Gunung Salak sampai Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah belum terpasang garis putih di badan jalan atau sering disebut marka jalan. Hal itu dinilai menjadi salah satu penyebab sering terjadi kecelakaan terutama pada malam hari.

Selain itu, hasil amatan portalsatu.com, Minggu 17 Juli 2017 lalu, di sepanjang jalan lintas Kabupaten Aceh Utara sampai Kecamatan Permata,  Bener Meriah tersebut tidak ada satu pun rambu-rambu peringatan, terutama di titik-titik rawan kecelakaan seperti kawasan Kilometer  42.

“Tidak ada rambu-rambu atau marka (markah) jalan, ini sangat berbahaya. Sering terjadi kecelakaan di tikungan menanjak maupun turun dari Gunung Salak,” jelas Hamdani, warga Jabal Antara, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.

Hamdani menyebutkan, tanjakan dan tikungan tajam ada di lintas puncak gunung. Dari arah Simpang KKA jarak tanjakan mencapai 10 kilometer lebih.

“Banyak pengguna jalan mengeluh tidak bisa melihat lintasan jalan saat malam hari, karena tidak ada marka. Apalagi saat kabut menutupi kawasan itu, kendaraan harus ekstra hati-hati. Karena lampu saja tidak akan mampu menerangi jalan bila tidak didukung dengan marka putih,” ujar Hamdani.

Menurut Hamdani, dalam sepekan ini ada beberapa mobil dan sepeda motor yang masuk dalam jurang. Ada juga mengalami tabrakan, karena rem blong.

“Sejak jalan sepenuhnya diaspal, jalan lintas ini semakin ramai. Jadi, sangat disayangkan bila tidak ada rambu dan marka. Harapan saya dan pengguna jalan, pemerintah Aceh harus segera memasang rambu sarana untuk mencegah terjadinya kecelakaan di kawasan ini,” pungkasnya.[]

HENDRIK MEUKEK
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar