LHOKSEUMAWE – Sepanjang lintas Simpang KKA-Gunung Salak sampai Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah belum terpasang garis putih di badan jalan atau sering disebut marka jalan. Hal itu dinilai menjadi salah satu penyebab sering terjadi kecelakaan terutama pada malam hari.
Selain itu, hasil amatan portalsatu.com, Minggu 17 Juli 2017 lalu, di sepanjang jalan lintas Kabupaten Aceh Utara sampai Kecamatan Permata, Bener Meriah tersebut tidak ada satu pun rambu-rambu peringatan, terutama di titik-titik rawan kecelakaan seperti kawasan Kilometer 42.
Tidak ada rambu-rambu atau marka (markah) jalan, ini sangat berbahaya. Sering terjadi kecelakaan di tikungan menanjak maupun turun dari Gunung Salak, jelas Hamdani, warga Jabal Antara, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.
Hamdani menyebutkan, tanjakan dan tikungan tajam ada di lintas puncak gunung. Dari arah Simpang KKA jarak tanjakan mencapai 10 kilometer lebih.