TERKINI
NEWS

Tuanku Raja Saifullah: Matee Beunyo Lako, Rugoe Beunyo Atra

BANDA ACEH - "Jika Indonesia ini perlu bagus, dan kita (Aceh) tidak perlu ke luar dari itu (NKRI), jadi Indonesia ini mengembalikan Jogja, Solo, Deli,…

MURDANI ABDULLAH Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 721×

BANDA ACEH – “Jika Indonesia ini perlu bagus, dan kita (Aceh) tidak perlu ke luar dari itu (NKRI), jadi Indonesia ini mengembalikan Jogja, Solo, Deli, ini dibentuk kembali (pemerintahan sendiri). Jadi percaya kita tidak percaya, kenapa dibilang seperti itu, dalam bahasa Aceh, matee kon lako, rugo kon atra.”

Demikian pernyataan Pewaris Raja Negeri Daya, Tuanku Raja Saifullah Alaidin Riayat Syah, kepada portalsatu.com, Minggu, 9 Juli 2017 lalu. Hal ini disampaikan Tuanku Raja Saifullah menyikapi kondisi Indonesia yang kerap disulut konflik kedaerahan dari masa ke masa.

Dia sepakat jika Indonesia dibuat semacam negara federal yang masing-masing daerah mengelola pemerintahannya sendiri. Hal ini sesuai dengan wacana yang pernah dikeluarkan Amin Rais, saat menjabat sebagai Ketua MPR RI beberapa waktu lalu. 

Tuanku Raja Saifullah juga mencontohkan Brunei Darussalam yang dipimpin oleh sultan. Menurutnya sistem kepemimpinan seperti ini akan membuat seseorang tersebut akan bertanggungjawab penuh menyejahterakan rakyatnya. 

“Jadi dalam prinsip Brunei Darussalam itu juga berkaitan dengan kita Aceh, matee beunyo lako, rugo beunyo atra,” kata Tuanku Raja Saifullah.

Hal seperti ini, kata dia, juga untuk menjawab sikap apatis masyarakat Aceh yang tidak antipati terhadap sosok pemimpin daerah. Apalagi jika kepemimpinan daerah tersebut tidak mampu menyejahterakan rakyatnya.

“Setelah kita pilih gubernur, apa gubernur… karena dalam prinsip pemimpin kita pun berpatokan lima tahun akan memainkan ilmu cangkol, rakyat lapar mati kau sana, bukan urusanku, pokoknya aku lima tahun, apa yang diberikan, kuhantam terus,” kata Tuanku Raja Saifullah lagi.[]

MURDANI ABDULLAH
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar