TERKINI
HEALTH

Sejarah Penamaan Syawal dan Peristiwanya

Saat ini kita masih diberi umur panjang berada di bulan yang mulia yakni bulan Syawal. Nama dan sejarah penamaan Syawal, tidak sedikit diantara kita, termasuk…

HELMI SUARDI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 1.9K×

Saat ini kita masih diberi umur panjang berada di bulan yang mulia yakni bulan Syawal. Nama dan sejarah penamaan Syawal, tidak sedikit diantara kita, termasuk penulis sendiri yang belum mengerti dan mengetahui asal-usul dan sejarah Syawal.

Beranjak dari itu penulis berusaha untuk menggali sejarahnya lewat kutipan dari berbagai sumber. Salah seorang ulama terkenal bernama Syekh Ibnul ‘Allan asy Syafii mengatakan ungkapan “Syawal” itu berasal dari kata “Sya-lat al Ibil”. Perkataan ini mempunyai pengertian “onta itu mengangkat atau menegakkan ekornya”. Pernyataan ini dipaparkan dalam kitab “Dalil al Falihin li Syarh Riyadh al Shalihin”, bunyinya:

 “Penamaan bulan Syawal itu diambil dari kalimat Sya-lat al Ibil yang maknanya onta itu mengangkat atau menegakkan ekornya. Syawal dimaknai demikian, karena dulu orang-orang Arab menggantungkan alat-alat perang mereka, disebabkan sudah dekat dengan bulan-bulan haram, yaitu bulan larangan untuk berperang.”( Syekh Muhammad bin Allan As-Shadiqi Asy-Syafi'i. Kitab Dalil al Falihin li Syarh Riyadh al Shalihin).

Sementara itu dalam pandangan ulama lainnya seperti Kitab Lisan al-‘Arab karya Syekh Jamaluddin Muhammad ibn Mukarram ibn Ali, yang dikenali dengan Ibn Manzur (1233-1312M/ 711 H), merupakan sebuah kamus bahasa ‘Arab yang paling masyhur di kalangan ulama dan penuntut ilmu. Beliau dalam kitab tersebut menyebutkan dinamakan bulan syawal dari kata syalat an-Naqah bi Dzanabiha artinya onta betina menaikkan ekornya. (Syekh Jamaluddin Muhammad ibn Mukarram ibn Ali, Kitab Lisan Al-Arab, 11/374).

Berdasarkan pengertian di atas, jadi bulan Syawal merupakan masa di mana onta betina tidak mau dikawini para pejantan. Ketika didekati pejantan, onta betina mengangkat ekornya. Keadaan ini menyebabkan munculnya keyakinan sial di tengah masyarakat jahiliyah terhadap bulan Syawal. Sehingga mereka menjadikan bulan Syawal sebagai bulan pantangan untuk menikah. Ketika Islam datang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam justru menikahi istri beliau di bulan Syawal untuk membantah anggapan sial masyarakat jahiliyah.

Memahami hal ini, kurang tepat jika dikatakan bahwa sebab mengapa bulan ini dinamakan Syawal adalah karena bulan ini jatuh seusai Ramadan. Dan ketika itu manusia melakukan peningkatan dalam beramal dan berbuat baik. Ini jelas pemahaman yang tidak benar. Karena nama bulan “Syawal” sudah ada sejak zaman ?jahiliyah (sebelum datangnya Islam). Sementara masyarakat jahiliyah belum mengenal syariat puasa di bulan Ramadan.

Dengan demikian, tidak terdapat hubungan antara makna bahasa tersebut dengan pemahaman bahwa Syawal adalah bulan peningkatan dalam beramal. Mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan ibadah dan amal saleh termasuk nasehat baik, hanya saja, tidak perlu kita kaitkan dengan nama bulan Syawal, karena dua hal ini tidak saling berhubungan.

Terlepas dari pengertian secara bahasa bulan Syawal itu, marilah jangan kita melihat apa arti bulan tersebut tapi bagaimana kita menyikapi bulan tersebut dan bulan-bulan sesudahnya setelah satu bulan penuh kita berada dalam yang mulai Ramadan. Kita sangat berharap dan  mudah-mudahan kita bisa mengambil ibrah dari ini semua dengan tetap istiqamah dalam ketakwaan kepada Allah kapan pun dan di mana kita berada.

Tidak sedikit pewristiwa penting di bulan Syawal, di antaranya, pertama, pada tanggal 27 Syawal, perjalanan Nabi SAW ke Thaif, tahun ke-10 kenabian. Kedua, pada 13 Syawal, kelahiran ahli hadits Imam Bukhari. Ketiga, Syawal 1 H, Perang Bani Qainuqa. Keempat, 17 Syawal 3 H, Perang Uhud. Kelima, 29 Syawal, pernikahan Fatimah dengan Ali ra. Keenam, Syawal 4 H, pernikahan Nabi SAW dengan Ummu Salamah dan juga Kelahiran cucu Nabi SAW Hussain. Ketujuh, pada tanggal 18 Syawal 5 H, Perang Khandaq (Ahzab, Parit). Kedelapan, 6 Syawal 8 H, Perang Hunain. Kedelapan, Kelahiran Siti Aisyah dan pernikahannya dengan Nabi Muhammad SAW terjadi di bulan Syawal. Dan masih banyak lainya. Semoga kita terus menggali sejarah kebudayaan Islam yang kian dilupakan dan kurang digali oleh ummat Islam sendiri.[]

HELMI SUARDI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar