Di sudut kota Kembang Tanjong, Pidie, sekelompok anak muda sibuk menyiapkan lauk-pauk. Di antara kepulan asap dan panasnya dang yang dibakar api, mereka tampak semangat…
Di sudut kota Kembang Tanjong, Pidie, sekelompok anak muda sibuk menyiapkan lauk-pauk. Di antara kepulan asap dan panasnya dang yang dibakar api, mereka tampak semangat menggelar kenduri para perantau dengan pemuda gampong melalui tradisi “meuleumak” di hari kemenangan.
“Tanpa terasa kini telah berada di hari kemenangan, hari raya Idulfitri yang dirayakan setelah puasa sebulan penuh di bulan Ramadan. Inilah bulan silaturahmi dan saling merajut kembali nilai ukhuwah di antara sesama,” kata Ketua Pemuda Lamkawe, Teungku Edi Kurniawan Abdullah, 27 Juni 2017.
Teungku Edi menyebutkan, pemuda Lamkawe menjadikan acara “meuleumak” yang diprakarsai para pemuda gampong dan perantau sebagai agenda tetap tahunan. Setidaknya rasa ukhuwah dan kebersamaan terajut lewat momentum ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, acara ini bukan hanya melibatkan para pemuda saja, tetapi semua elemen masyarakat, termasuk anak-anak. Pemuda sebagai ujung tombak. Kami berharap pemuda itu menjadi agent of change (agen perubahan) dalam kebaikan dan perbaikan masyarakat serta menjadi motor penggerak dalam merekat ukhuwah dan persatuan,” ujar Teungku Edi.
Ibnu Yacob, salah seorang pemuda Lamkawe yang merantau ke “Kota Juang” Bireuen mengatakan, acara “meuleumak” harus terus dipertahankan. “Sangat banyak nilai pendidikan, sosial masyarakat dan lainnya yang dapat dipetik dari acara meuleumak, kata mahasiswa Program Pascasarjana itu.[]