JAKARTA - Baru memerintah hampir enam bulan, Presiden Amerika Serikat sudah mematahkan tradisi Ramadan di negaranya. Biasanya, setiap bulan Ramadan, Gedung Putih menyelenggarakan buka puasa…
JAKARTA – Baru memerintah hampir enam bulan, Presiden Amerika Serikat sudah mematahkan tradisi Ramadan di negaranya. Biasanya, setiap bulan Ramadan, Gedung Putih menyelenggarakan buka puasa bersama, namun kali ini Trump tidak mengikuti tradisi tersebut.
Sebagai gantinya, presiden dari Partai Republik itu memilih untuk mengeluarkan sebuah pernyataan dan mengharap mendapat 'salam hangat' kembali dari umat Muslim, demikian dikutip dari laman metro.co.uk, Senin (26/6).
“Atas nama rakyat Amerika, Melania dan saya mengirimkan salam hangat kepada semua umat Muslim yang sedang merayakan Idul Fitri,” kata Trump dalam pernyataan tersebut.
Meski demikian, sejumlah orang dan pengamat tetap mengkritik Trump atas tak adanya jamuan buka puasa bersama di Gedung Putih.
Dilansir dari AFP, tradisi buka puasa bersama sudah dijalankan sejak kepemimpinan Bill Clinton. Kemudian dilanjutkan oleh presiden-presiden AS setelahnya, sebelum Trump.
Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dilaporkan menolak permintaan dari kantor departemen agama dan urusan global membuat acara tersebut. Akibatnya, Trump mendapat kecaman.[] sumber: merdeka.com