TERKINI
HEALTH

KAMMI Aceh: Ketika Diskon Belanja Lebih Menggoda dari Gebyar Pahala Ramadan

BANDA ACEH - Pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan sudah memasuki H-2. Sejak masuknya bulan Ramadan setiap muslim sudah mulai gencar meningkatkan semangat untuk memperbanyak…

SIRAJUL MUNIR Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 339×

BANDA ACEH – Pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan sudah memasuki H-2. Sejak masuknya bulan Ramadan setiap muslim sudah mulai gencar meningkatkan semangat untuk memperbanyak melakukan ibadah kepada Allah SWT.  Di bulan Ramadan Allah melipatgandakan pahala setiap ibadah yang dilaksanakan. Adapun di bulan lain kelebihan ini tidak didapatkan.

Semakin mendekati hari terakhir maka semakin banyak bonus-bonus pahala yang akan diberikan oleh Allah SWT.  Salah satu bonus terbesar di akhir Ramadan adalah adanya malam Lailatul Qadar.  Di mana jika seorang muslim beribadah di malam itu maka Allah akan melipatgandakan pahalanya sama seperti beribadah selama 1000 Bulan.

Sebab itu, tidak heran jika Rasulullah SAW memerintahkan umatnya agar memperbanyak ibadah di 10 malam terakhir.  Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak iktikaf, qiyamul lail, tilawah Alquran dan bersedekah.

Namun ternyata,  gebyar pahala itu dinilai tidaklah dianggap menarik oleh sebagian muslim. Ketua Umum PW KAMMI Aceh Tuanku Muhammad mengatakan, diskon belanja mengalahkan seruan Rasulullah SAW untuk memperbanyak ibadah di 10 hari terakhir. Berbondong-bondong masyarakat pergi berbelanja di malam Ramadan sampai harus meninggalkan pelaksanaan salat tarawih. Hal ini menurutnya bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang pergi berbelanja ke pasar dan semakin sedikitnya jamaah salat tarawih di mesjid.

Menanggapi fenomena tahunan di atas Ketua Umum PW KAMMI Aceh Tuanku Muhammad, mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk dapat memaksimalkan ibadah di 2 hari terakhir Ramadan tahun ini.  Baik itu di siang hari maupun di malam hari.  

“Rakyat Aceh harus menjadi contoh bagi muslim lainnya dalam beribadah di hari-hari terakhir Ramadan. Jangan sampai kita di Aceh juga sama fenomenanya seperti daerah lain yang tidak menjalankan syariat Islam. Rakyat Aceh harus menjadi muslim yang cerdas yang tidak menyia-nyiakan kesempatan di setiap akhir Ramadan,” ucap Tuanku melalui siaran pers, Kamis, 22 Juni 2017.

Di samping itu,  Tuanku juga mengajak seluruh rakyat Aceh untuk berbondong-bondong ke mesjid di 2 malam terakhir Ramadan ini baik itu untuk salat tarawih, witir dan qiyamul lail maupun untuk beriktikaf.

“Jika puasa tahun ini banyak rakyat Aceh yang mendapat predikat taqwa maka tentu bumi Aceh ke depan juga akan mendapat keberkahan dari Allah,” tambah Tuanku.[]

SIRAJUL MUNIR
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar