TERKINI
NEWS

Siapa yang Mengancam Petugas Penyita Beko Tambang Liar, Ini Kata Saminuddin

BANDA ACEH - Alat berat (Ekskavator) yang melakukan aktifitas illegal mining di dalam kawasan hutan lindung Geumpang jumlahnya cukup banyak, sehingga sejauh ini belum dapat…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.9K×

BANDA ACEH – Alat berat (Ekskavator) yang melakukan aktifitas illegal mining di dalam kawasan hutan lindung Geumpang jumlahnya cukup banyak, sehingga sejauh ini belum dapat dihitung jumlah pastinya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Saminuddin, menjawab pesan whats app Portalsatu.com, Rabu siang. Ia mengatakan, pihaknya belum tahu persis jumlah beko di sana, karena tempatnya tersebar, tapi berdasarkan informasi yang didapatkan jumlahnya cukup banyak.

Menurutnya, sampai hari ini Rabu 21 Juni 2017, empat alat berat yang dijadikan barang bukti belum dapat disita petugas karena masih dihalangi oleh oknum setempat.

Sementara berdasarkan Info yang berkembang, yang menghalangi dan mengancam petugas adalah oknum TNI dan mantan Geuchik setempat, Saminuddin mengatakan “No Coment'.

“Saat ini Tim kami sedang melakukan koordinasi dan evaluasi, kita tunggu saja,” katanya. Ditanya koordinasinya dengan siapa, ia menjawab, “tidak bisa kami sebutkan, tunggu saja.”

Menurutnya, tantangan kita dalam memberantas pertambangan liar dalam kawasan hutan karena adanya oknum oknum yang ikut terlibat pada kegiatan illegal tersebut.

Terkait berkembangnya isu adanya pejabat pidie yang terlibat dalam aktifitas pertambangan liar dan beberapa beko tersebut juga milik kapolsek Mane, Saminuddin tetap pada pendiriannya “No Comment”

Kronologinya, Minggu 18 Juni 2017, tim pengamanan hutan menjumpai 4 unit beco di lokasi penambangan ilegal dalam kawasan hutan lindung di kawasan Geumpang, tepatnya di sekitar Alur Seulok, Km 23 jl. Geumpang-Meulaboh.

“Alat berat itu tidak berhasil disita oleh tim gabungan DLHK dan Polda Aceh karena pada saat mau dibawa dihalang-halangi oleh beberapa orang oknum setempat dan adanya pengancaman,” demikian kata Saminuddin.[]

Laporan: Taufan Mustafa 

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar