BANDA ACEH – Alat berat (Ekskavator) yang melakukan aktifitas illegal mining di dalam kawasan hutan lindung Geumpang jumlahnya cukup banyak, sehingga sejauh ini belum dapat dihitung jumlah pastinya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Saminuddin, menjawab pesan whats app Portalsatu.com, Rabu siang. Ia mengatakan, pihaknya belum tahu persis jumlah beko di sana, karena tempatnya tersebar, tapi berdasarkan informasi yang didapatkan jumlahnya cukup banyak.
Menurutnya, sampai hari ini Rabu 21 Juni 2017, empat alat berat yang dijadikan barang bukti belum dapat disita petugas karena masih dihalangi oleh oknum setempat.
Sementara berdasarkan Info yang berkembang, yang menghalangi dan mengancam petugas adalah oknum TNI dan mantan Geuchik setempat, Saminuddin mengatakan “No Coment'.
“Saat ini Tim kami sedang melakukan koordinasi dan evaluasi, kita tunggu saja,” katanya. Ditanya koordinasinya dengan siapa, ia menjawab, “tidak bisa kami sebutkan, tunggu saja.”