TERKINI
EKBIS

Ini Kata BPS Soal Penyebab Inflasi Aceh

BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mengeluarkan laporan statistik perkembangan inflasi Mei 2017 di Aceh. Kepala BPS Aceh, Wahyuddin mengatakan secara agregat Aceh…

ADI GONDRONG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.1K×

BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mengeluarkan laporan statistik perkembangan inflasi Mei 2017 di Aceh. Kepala BPS Aceh, Wahyuddin mengatakan secara agregat Aceh mengalami inflasi sebesar 0,77 persen.

“Inflasi ini disebabkan beberapa hal termasuk diadakannya beberapa event beberapa waktu lalu yang berdampak pada inflasi angkutan udara,” ucap Wahyuddin dalam konferensi pers Jumat, 2 Juni 2017 di kantor BPS Aceh.

BPS menyebutkan, kenaikan harga tiket pesawat terbang disebabkan tingginya pengguna moda transportasi ini selama Mei 2017.  “Kenaikan harga tiket ini terjadi karena moda transportasi udara sangat masif digunakan beberapa waktu lalu. Mulai dari acara PIONIR UIN sampai dengan PENAS KTNA yang menyebabkan padatnya arus lalulintas udara,” kata Wahyuddin.

Ia menyebutkan pada bulan Mei 2017, Kota Banda Aceh mengalami inflasi sebesar 0,86 persen, Meulaboh inflasi sebesar 0,06 persen dan Lhokseumawe inflasi sebesar 0,90 persen sehingga secara agregat Aceh mengalami inflasi sebesar 0,77 persen pada bulan tersebut.

“Inflasi kalender 2017 untuk Kota Banda Aceh sebesar 1,08 persen, Lhokseumawe 1,72 persen, Meulaboh 1,22 persen dan Provinsi Aceh 0,25 persen,” kata Wahyuddin.

Wahyuddin juga mengatakan inflasi “year on year” (Mei 2017 terhadap Mei 2016) Banda Aceh sebesar 4,24 persen, Lhokseumawe 3,98 persen, Meulaboh 3,98 persen dan Provinsi Aceh 4,13 persen.

Di sisi lain Aceh juga mengalami deflasi. Meskipun tidak terlalu besar ada beberapa produk yang menyumbang deflasi untuk Aceh seperti udang basa yang memiliki andil -0,0711 persen, bayam -0,0381 persen, cabai rawit -0,0363 persen dan beberapa produk makanan lainnya.

Bila dilihat dari 23 kota di Sumatera, 19 kota mengalami inflasi dan empat kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan dan Lhokseumawe masing-masing sebesar 0,90 persen dan terendah di Pematang Siantara sebesar 0,06 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,93 persen.[]

ADI GONDRONG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar