TERKINI
EVENT

Lantik 17 Pj Kepala Kampung, Ini Pesan Merah Sakti

SUBULUSSALAM- Wali Kota Subulussalam, H. Merah Sakti melantik 17 Penjabat (Pj) Kepala Kampung di dua kecamatan yakni Penanggalan dan Rundeng di aula pendopo wali kota…

DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.1K×

SUBULUSSALAM- Wali Kota Subulussalam, H. Merah Sakti melantik 17 Penjabat (Pj) Kepala Kampung di dua kecamatan yakni Penanggalan dan Rundeng di aula pendopo wali kota setempat, Rabu, 31 Mei 2017.

Pelantikan ini sehubungan berakhirnya masa tugas kades sebelumnya. Dari 17 Pj kades, 4 di antaranya dari Kecamatan Penanggalan yakni Pj Kades Cepu, Syahbudin, Pj Kades Lae Bersih, Syahrial Munthe, Pj Kades Lae Motong, Nasrul Padang dan Pj Kades Lae Ikan, Asraruddin.

Sedangkan 13 Pj kades lainnya berasal dari Kecamatan Rundeng masing-masing Kariandi Pj Kades, Oboh,  Kim Sawal, Pj Kades Siperkas, Abdul Luhur, Pj Kades Sibuasan,  Isak, Pj Kades Dah serta Ahmad Siden Pj Kades Lae Mate.

Selanjutnya, Pj Kades Panglima Saman, Sarkawi, Pj Kades Belukur Makmur, Yusman, Pj Kades Teladan Baru, Sukiman, Pj Kades Kuala Kepeng, Das Tanta Tarigan, Pj Kades Mandilam, Safran, Pj Kades Tualang, Bahagi dan Pj Kades Tanah Tumbuh, Ihsan Dapti serta Pj Kades  Suak Jampak, Khaidir.

Dalam arahannya, Wali Kota Merah Sakti meminta Pj kades supaya dapat menyukseskan pemilihan kepala desa (pilkades) yang akan digelar usai lebaran Idul Fitri mendatang.

“Menyonsong pilkades mendatang, Pj Kades harus bertanggungjawab penuh terhadap kesuksesan pesta demokrasi di desa masing-masing,” kata Merah Sakti.

“Anda harus bersikap jujur dan profesional menjalankan roda pemerintahan desa, jangan ada keberpihakan terhadap salah satu pasanhan calon,” pesan wali kota mengingatkan.

Selain itu, Merah Sakti juga berpesan kepada Pj Kades supaya menghidupkan kembali semangat gotong royong, yang saat ini sudah mulai luntur seiring perkembangan zaman.

“Ajak masyarajat Jumat bersih secara gotong royong, nilai-nilai kekeluargaan mari kita  hidupkan kembali, ajak pemuda, ajak masyarakat,  jangan hanya mengharap anggaran desa, 2 tahun ADD dianggarkan,  sudah berubah pola pikir masyarakat, kalau tidak ada uang jajan, uang pulsa, sulit kita ajak mereka bergotong royong,” kata wali kota.[]

Helmi Abu Bakar El-Langkawi
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar