TERKINI
PROFIL

Membangun Pusat Kontrol Distribusi Barang di Aceh

ACEH di masa lalu dikenal dengan pusat perdagangan Asia. Hal tersebut disebabkan letaknya yang sangat strategis yaitu di ujung Pulau Sumatra dan diapit oleh Selat…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 853×

ACEH di masa lalu dikenal dengan pusat perdagangan Asia. Hal tersebut disebabkan letaknya yang sangat strategis yaitu di ujung Pulau Sumatra dan diapit oleh Selat Malaka dan Samudera Hindia membuat pulau Weh (Sabang) sebagai pelabuhan bebas yang tidak pernah sepi. Selain Sabang, Aceh juga mempunyai beberapa pelabuhan berstandar internasional lainnya seperti Pelabuhan Krueng Geukuh di Aceh Utara, Pelabuhan Krueng Raya di Aceh Besar dan sebagainya.

Namun, kondisi Aceh sekarang berbanding terbalik dengan masa lalu. Di mana status pelabuhan bebas sudah dicabut pada masa orde baru, begitu juga pelabuhan lainnya yang berada di Aceh. Sehingga pusat perekonomian Aceh beralih ke provinsi tetangga. Padahal beberapa waktu lalu, pemerintah Aceh pernah mencoba menghidupkan pelabuhan Krueng Geukueh. Namun karena sulitnya pengurusan perizinan, juga tidak tersedianya kuota barang untuk dilakukan kegiatan ekspor sehingga tidak ada kepastian jumlah barang dan waktu untuk melakukan aktifitas di pelabuhan.

Oleh karena demikian, dibutuhkan sebuah pusat kontrol distribusi hasil produksi di Aceh, yang sahamnya wajib dipegang oleh Pemerintah Aceh dan pengusaha Aceh. Pusat kontrol distribusi tersebut diharapkan dapat memastikan tersedianya hasil produksi untuk kemudian didistribusikan ke daerah lain bahkan untuk diekspor. Sehingga keberlangsungan kegiatan ekspor impor dapat tercapai.

Pusat kontrol distribusi tersebut juga bermanfaat untuk proses distribusi hasil alam dari satu daerah ke daerah lain sehingga harga relatif stabil sepanjang tahun Misalnya beberapa bulan lalu di beberapa daerah Aceh harga cabai merah mencapai Rp120 ribu kemudian dua pekan berikutnya sudah turun menjadi Rp 15ribu. (Serambi ed.Sabtu 25 Ffeb 2017) serta bermanfaat juga pada pasokan bahan baku untuk pembangunan industri bisa tercapai.

Adapun saham wajib dipegang oleh Pemerintah Aceh serta pengusaha dan masyarakat Aceh diharapkan supaya keuntungannya nanti dapat dinikmati untuk masyarakat Aceh khususnya petani, juga menghindari tekanan dan aturan untuk kepentingan luar sehingga Aceh bisa mandiri seperti masa lalu. Amiin

Penulis: Zulfahmi, Alumni Sekolah Hamzah Fansuri (SHF)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar