BANDA ACEH - Direktur CSR Institute Dr. Nasrulzaman meminta Kepala kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh bersikap tegas dengan proses penyeleksian penerimaan Taruna Akpol 2017, mengingat seleksi…
BANDA ACEH – Direktur CSR Institute Dr. Nasrulzaman meminta Kepala kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh bersikap tegas dengan proses penyeleksian penerimaan Taruna Akpol 2017, mengingat seleksi sudah memasuki beberapa tahapan.
“Saat ini masyarakat menilai Kapolda tidak konsistenan karena persyaratan pendaftaran calon Taruna Akpol angkatan lulusan SMA tahun 2017, seharusnya memiliki nilai UN rata-rata minimal 72,5. Sekarang masih terdapat calon Taruna Akpol yang masih terus mengikuti seleksi, padahal nilai rata-ratanya tidak memenuhi syarat,” kata Nasrulzaman di Banda Aceh, Kamis malam, 25 Mei 2017.
Menurut Dr. Nasrulzaman, apabila kejadian ini masih diteruskan maka yang akan sangat dirugikan adalah calon Taruna Akpol yang memiliki nilai UN rendah, karena meski mengikuti seleksi dan mendapat score tinggi pada setiap tahapan, pada akhirnya harus kalah karena nilai UN sebagai syarat awal tidak mencukupi. Syarat tersebut seperti yang dipublikasi melalui website http://penerimaan.polri.go.id/syarat_akpol.
“Kita sangat berharap siapapun yang kemudian berhasil menjadi Taruna Akpol Aceh tahun 2017 merupakan anak bangsa terbaik yang dilahirkan dengan proses rekrutmen yang adil,” demikian kata Nasrulzaman.[]