TERKINI
EKBIS

Minyek Pret, Parfum Buatan Anak Aceh yang Mendunia

Dalam kehidupan modern, sepertinya parfum menjadi sebuah kebutuhan tersendiri. Ingin tampil trendi dan wangi kiranya menjadi dambaan setiap orang, khususnya kaum muda. Beragam produk pewangi…

ADI GONDRONG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 2K×

Dalam kehidupan modern, sepertinya parfum menjadi sebuah kebutuhan tersendiri. Ingin tampil trendi dan wangi kiranya menjadi dambaan setiap orang, khususnya kaum muda. Beragam produk pewangi pun muncul. Mulai produk lokal sampai produk internasional. Namun, siapa sangka ada produk pewangi bikinan anak Aceh yang sudah mendunia.

Adalah Minyek Pret, brand yang mengusung nama lokal khas Aceh ini ternyata jenis parfum olahan putra Aceh. Parfum bikinan Daudy Sukma ini ternyata sudah merambah pasar dunia. Penjualannya pun sudah masuk market internasional dan menyebar di sebelas negara.

“Minyek Pret ini sudah masuk ke sekitar sebelas negara seperti Inggris, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietman, Taiwan, China, Amerika, Dubai, Arab Saudi, dan Srilanka,” ucap Daudy saat ditemui di kantornya, Jumat, 24 Mei 2017.

Akan tetapi penjualan ke sebelas negara itu belum dalam pasokan besar-besaran. Minyek Pret hanya mengirim produk melalui orang yang hendak menuju ke nagara tersebut. Ia mengaku sedang mengurus izin cukai untuk bisa mengekspor produknya itu.

Parfum lokal ini memiliki tiga aroma yang sangat unik yaitu aroma seulanga, meulu, dan aroma kopi. Daudy pun mengatakan tiga aroma ini sangat khas Aceh. “Sepertinya produk lain tidak ada, apalagi aroma kopi ini,” kata pria kelahiran Lam Ara, Banda Aceh ini.

Alumni Fakultas Ekonomi, Universitas Syiah Kuala ini mengatakan bahwa produknya itu pertama sekali dibicarakan di Inggris. Masyarakat dunia kagum dengan kualitas produk parfum yang dihasilkan Daudy. Berbekas industri tumahan ia mampu menjajal pasar internasional.

Ide pembuatan parfum sendiri ia akui datang dari obrolan santai di kedai kopi. Ia bersama teman-temannya menyadari bahwa Aceh kaya dengan bahan baku pembuatan parfum seperti minyak nilam. Ditambah lagi dengan adanya aroma khas Aceh seperti aroma seulanga dan kopi Aceh.

“Minyak nilam terbaik itu ada di Indonesia yaitu di Aceh. Jadi, mengapa kita tidak manfaatkan ini,” kata Daudy mengenang pembicaraannya bersama kawan-kawannya dulu.

Saat ini Minyek Pret telah memiliki belasan karyawan. Omset yang dihasilkan pun dapat dibilang fantastis yakni mencapai ratusan juta rupiah. 

“Alhamdulillah kita sekarang punya 110 reseller seluruh Indonesia, 15 Outlet mitra dan 7 distributor. Dan Alhamdulillah juga omset kita sekrang ratusan juta perbulan,” kata Daudy.

Merintis industri rumahan bukan tanpa kendala. Daudy mengaku mendapat beberapa hambatan dalam menjalankan usahanya. Ia mengatakan kendala utama yang dihadapinya adalah bagian produksi.

Daudy mengatakan belum mampu menyuplai produk dalam julah besar. Padahal beberapa pihak telah menawarkan kerjasama.

“Kemampuan produksi kami masih terbatas. Kemarin perusahaan penjualan alibaba.com menawarkan kerjasama tapi kita belum sanggup produksi dengan jumlah yang demikian,” kata dia.

Hambatan dalam produksi bukan berarti membuat Daudy berhenti. Ia sedang berusaha mencari berbagai solusi untuk memenuhi jumlah produksi dalam skala besar dengan tetap mempertahankan kualitas.

Daudy mengatakan kendala utama yang ia hadapi adalah di sektor pengadaan bahan baku untuk produksi. Bahan baku yang banyak tentu harus memiliki modal yang banyak pula. Ia pun mengatakan lebih memilih dana segar yang bisa diputar ketimbang bantuan mesin.

“Bagi industri seperti kita ini tentu pengelolaan keuangan sangat penting,” kata dia.[]

ADI GONDRONG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar