Dalam kehidupan modern, sepertinya parfum menjadi sebuah kebutuhan tersendiri. Ingin tampil trendi dan wangi kiranya menjadi dambaan setiap orang, khususnya kaum muda. Beragam produk pewangi pun muncul. Mulai produk lokal sampai produk internasional. Namun, siapa sangka ada produk pewangi bikinan anak Aceh yang sudah mendunia.
Adalah Minyek Pret, brand yang mengusung nama lokal khas Aceh ini ternyata jenis parfum olahan putra Aceh. Parfum bikinan Daudy Sukma ini ternyata sudah merambah pasar dunia. Penjualannya pun sudah masuk market internasional dan menyebar di sebelas negara.
Minyek Pret ini sudah masuk ke sekitar sebelas negara seperti Inggris, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietman, Taiwan, China, Amerika, Dubai, Arab Saudi, dan Srilanka, ucap Daudy saat ditemui di kantornya, Jumat, 24 Mei 2017.
Akan tetapi penjualan ke sebelas negara itu belum dalam pasokan besar-besaran. Minyek Pret hanya mengirim produk melalui orang yang hendak menuju ke nagara tersebut. Ia mengaku sedang mengurus izin cukai untuk bisa mengekspor produknya itu.
Parfum lokal ini memiliki tiga aroma yang sangat unik yaitu aroma seulanga, meulu, dan aroma kopi. Daudy pun mengatakan tiga aroma ini sangat khas Aceh. Sepertinya produk lain tidak ada, apalagi aroma kopi ini, kata pria kelahiran Lam Ara, Banda Aceh ini.
Alumni Fakultas Ekonomi, Universitas Syiah Kuala ini mengatakan bahwa produknya itu pertama sekali dibicarakan di Inggris. Masyarakat dunia kagum dengan kualitas produk parfum yang dihasilkan Daudy. Berbekas industri tumahan ia mampu menjajal pasar internasional.
Ide pembuatan parfum sendiri ia akui datang dari obrolan santai di kedai kopi. Ia bersama teman-temannya menyadari bahwa Aceh kaya dengan bahan baku pembuatan parfum seperti minyak nilam. Ditambah lagi dengan adanya aroma khas Aceh seperti aroma seulanga dan kopi Aceh.
Minyak nilam terbaik itu ada di Indonesia yaitu di Aceh. Jadi, mengapa kita tidak manfaatkan ini, kata Daudy mengenang pembicaraannya bersama kawan-kawannya dulu.