BANDA ACEH - Shalihin, 23 tahun, merupakan remaja yang memiliki skill mengolah gitar secara otodidak. Sebagai musisi jalanan, dia menciptakan tiga lagu Aceh bergenre slow…
BANDA ACEH – Shalihin, 23 tahun, merupakan remaja yang memiliki skill mengolah gitar secara otodidak. Sebagai musisi jalanan, dia menciptakan tiga lagu Aceh bergenre slow rock.
Shalihin sering bertandang dari satu warung kopi ke warung kopi di Banda Aceh. Lagu ciptaannya, “Ayah Ngon Poma” menjadi andalan saat dia memetik gitar sembari berharap selembar rupiah dari para pendengar.
Selain itu, pria asal Lampermai, Ulee Kareng, Banda Aceh ini juga kerap membawa lagu “Duk di Pante Laot” dan “Gaseh Sayang” untuk menghibur pendengar berjiwa muda.
Tamatan SMA ini mengaku telah berhasil menciptakan lagu selama satu Minggu bersama teman-temannya. Baginya, mengamen bukan serta merta menghadap hiba dari pendengar lagu-lagunya. Namun, Shalihin memiliki satu misi yaitu memikat hati produser rekaman agar lagu-lagu miliknya juga bisa didengar masyarakat luas.
“Tertarik masuk dapur rekaman, tetapi tidak ada produser rumah produksi yang saya kenal,” kata Salihin, suatu hari kepada portalsatu.com.[]