TERKINI
FEATURE

Waled Munir Kiran Ajak Masyarakat Hiasi Malam Nisfu Syakban Dengan Ibadah

MEUREUDU - Pengurus Pengajian Tasawuf, Tauhid dan Fiqh (Tastafi) mengajak masyarakat untuk mengisi dan memuliakan malam Nisfu Syakban dengan bermacam amaliah ibadah. Menurut kelender Hijriah,…

HELMI SUARDI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 628×

MEUREUDU – Pengurus Pengajian Tasawuf, Tauhid dan Fiqh (Tastafi) mengajak masyarakat untuk mengisi dan memuliakan malam Nisfu Syakban dengan bermacam amaliah ibadah. Menurut kelender Hijriah, malam Nisfu Syakban jatuh pada malam Jumat atau Kamis, 11 Mei 2017 malam.

Demikian ajakan dan anjuran Teungku Muniruddin Kiran akrab disapa Waled Munir Kiran, Ketua Tastafi Pidie Jaya menyambut datangnya malam Nisfu Syakban.

Waled Munir berharap malam tutup buku amalan tahun atau “LPJ” ini dihiasai dengan ibadah termasuk shalat sunah usai Magrib, membaca surah Yasin tiga kali dengan niat yang berbeda.

“Pada malam nisfu Syakban orang tua kita sejak dulu melalui lisan ulama untuk membacakan Yasin tiga kali setelah shalat sunah (usai) Magrib. Niat pertama, pembacaan Yasin kali pertama memohon agar diberi umur panjang beserta taufik untuk taat kepada Allah Ta’ala. Kedua, pada pembacaan Yasin kali kedua, diniatkan untuk penjagaan dari bala’ dan bencana serta untuk keluasan rezeki. Ketiga, diniatkan agar diberi kekayaan hati dan meninggal dalam husnulkhatimah,” ujar ulama Pidie Jaya ini.

Waled Munir mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan berbagai macam amaliah, terlebih malam nisfu Syakban tahun ini pada malam Jumat. Ia mengimbau masyarakat mengisi malam ini dengan berselawat, juga qiamul lail (menghidupkan malam) melalui berbagai ibadah. Selain itu, puasa sunah pada harinya.

“Intinya isi malam yang mulia nisfu Syakban dan harinya dengan amal ibadah. Minimal mengurangi maksiat kalaupun tidak menambah nilai ibadahnya, dan juga menghormati bulan dan malam yang mulia ini,” ujar Waled Munir yang aktif memajukan pengajian Tastafi di Pijay.

Waled Munir juga mengimbau pemilik warkop dan tempat yang memfasilitasi kegiatan kurang manfaat menurut kaca mata agama untuk menghormati malam yang mulia ini jika tidak mengerjakan ibadah di malam nisfu Syakban.

“Diimbau kepada pemilik warkop dan tempat-tempat yang memfasilitasi kegiatan kurang manfaat menurut kaca mata agama untuk ditutup atau menghentikan kegiatan yang bukan memuliakan malam nisfu Syakban,” pungkas pemimpin Dayah Babul Ilmi Kiran, Jangka Buya, Pidie Jaya ini.[]

HELMI SUARDI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar