TERKINI
TRAVEL

KAMMI Unsyiah Desak Rektorat Selesaikan Kasus Penganiayaan

BANDA ACEH – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Unsyiah mengecam adanya tindakan premanisme dalam berdemokrasi di lingkungan kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh yang…

SIRAJUL MUNIR Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 855×

BANDA ACEH – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Unsyiah mengecam adanya tindakan premanisme dalam berdemokrasi di lingkungan kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh yang terjadi pada Minggu, 30 April 2017 lalu. Hal itu disampaikan oleh Maulida Ariandy selaku Ketua Umum KAMMI Komisariat Unsyiah.

“Kampus yang seyogyanya menjadi tempat belajar dan gerakan intelektual mahasiswa dicoreng oleh segerombolan preman kampus yang melakukan tindakan anarkis,” kata Maulida Ariandy melalui siaran pers yang dikirim kepada portalsatu.com, Rabu, 3 Mei 2017. 

Tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa terhadap saudara Sibgah dari mahasiswa FKIP Unsyiah, dikatakan Maulida sudah tidak bisa ditolerir, karena peristiwa Ini kerap terjadi di lingkup Universitas. 

“Pasalnya, kekerasan akibat tindakan pengeroyokan secara bergerombolan mengakibatkan luka di bagian kepala Mahasiswa FKIP tersebut dan sempat dilarikan ke klinik,” kata Maulida.

Akibat kejadian tersebut, KAMMI Komisariat Unsyiah mendesak pihak rektorat dan jajarannya untuk menyelesaikan kasus penganiayaan ini secepatnya.

“KAMMI Unsyiah mengecam tindakan premanisme yang terjadi dalam lingkungan kampus dan menuntut pelaku pengeroyokan dikenakan tindak pidana Hukum,” tegas Maulida.

“Kampus seharusnya menjadi basis intelektual bukan basis premanisme. Negara kita negara hukum. Siapapun dan atas nama apapun melakukan tindakan melanggar hukum maka harus diproses dan ditindak sesuai dengan konstitusi yang berlaku,” ungkapnya.[]

SIRAJUL MUNIR
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar