Tidak ada seorang pun di sini yang ingin mengembalikan mahkota yang terjatuh. Era kesultanan itu telah usai.
Kami hanya ingin mengembalikan kehormatan diri kami yang hilang disapu angin sejarah. Kami hanya ingin membangun diri tanpa melukai siapa-siapa.
Maka, jangan ajak kami berperang, karena kami, kakek nenek kami telah pernah memimpin puluhan ribu tentara dan ratusan armada menyeberangi Selat Melaka, untuk memerangi musuh paling kuat. Kami pernah menang, kami pernah kalah.
Kami hanya ingin menggali milik kami yang dibenamkam. Kami ini ada. Kami telah rela pada apa kehendak Po Ta'ala.
Kami telah membangun negara-negara di Sumatra, telah membangun negara di Semenanjung, kami telah membangun persemakmuran terbesar di Asia Tenggara.