TERKINI
OASE

Inilah Sosok Pelindung Megawati Selama Berpolitik

Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri atau dikenal Megawati, lahir dari keluarga politikus papan atas. Ketika terjun ke dunia politik, putri sulung pasangan Soekarno dan Fatmawati…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 5.9K×

Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri atau dikenal Megawati, lahir dari keluarga politikus papan atas. Ketika terjun ke dunia politik, putri sulung pasangan Soekarno dan Fatmawati itu terkesan tidak piawai menjadi politikus. Dia dipandang sebelah mata, oleh teman dan lawan politiknya.

Mega, begitu disapa, terjun ke dunia politik pada 1987. Saat itu dia terpilih sebagai Ketua DPC PDI Jakarta Pusat. Di tahun itu pula, Mega resmi menjadi anggota fraksi PDI DPR-RI. Karier politiknya terus menanjak.

Namun di balik keterlibatannya dalam dunia politik, Mega punya pelindung. Orang itu adalah Taufiq Kiemas (TK), suaminya. Ya, TK adalah seorang senior di berbagai hal. Dari segi usia, jam terbang, dan pengalaman politik yang kerap diperhitungkan.

Saat menceburkan diri ke ranah politik, Mega sudah menikah dengan TK pada 8 Maret 1973. Keberadaan Mega saat itu memang tidak terasa, karena sifatnya yang pendiam dan tak menonjol. Meski demikian, dia sering melakukan lobi-lobi politik di luar gedung DPR/MPR.

Lobinya dikenal dengan sebutan silent operation, baik secara langsung maupun tidak. Kendati demikian, nama Mega semakin populer dan memiliki banyak pendukung dan membawanya ke kursi orang nomor satu di Indonesia pada 23 Juli 2001.

Mega menjadi presiden kelima Indonesia. Dia menjadi presiden wanita pertama Indonesia. Dalam buku berjudul 'Jurus dan Manuver Politik Taufiq Kiemas' mengenai keberhasilan Mega menjadi presiden, banyak anggapan bahwa tokoh yang paling berperan adalah TK.

Peran TK bukan hanya terbatas pada makna kesuksesan. Dia menjadi penanggung jawab Mega dan dalam kehidupan politik, mereka tak dapat dipisahkan. Hal yang menarik dari kehidupan politik, TK sebagai suami selalu mengedepankan ketokohan istrinya.

Dalam aktivitas politik Mega, TK hanya berperan di belakang layar. Namun, bila ada serangan politik pada Mega, TK tidak ragu tampil sebagai pelindung. Konsekuensinya menjadi 'sasaran tembak' lawan politik Mega.[] Sumber: otonomi.co.id

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar