LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya yang juga petinggi Partai Aceh (PA) meminta masyarakat tidak salah memahami sikap politik ancaman mundur politisi PA yang diungkapkan ke media beberapa waktu lalu. Sikap mengancam mundur tersebut, kata Suaidi, adalah tekanan terhadap pemerintah pusat agar mengakomodir penggunaan UUPA dalam sengketa hasil Pilkada Aceh di Mahkamah Konstitusi (MK).
UUPA adalah marwah bangsa Aceh, sudah sewajarnya MK mengabulkan gugatan PA. Saya sebagai politisi PA juga harus bersikap politis, salah satunya mengancaman akan mundur. Namun apakah saya harus mundur atau tidak, saya punya pemimpin, jadi keputusan itu ada di tangan pimpinan, tegas Suaidi Yahya kepada portalsatu.com, Rabu, 5 April 2017.