TERKINI
EKBIS

Home Industry Iriani Berawal dari Tak Mampu Membeli

LHOKSEUMAWE - Awalnya Iriani, 45 tahun, berhasrat menghias rumah dengan produk yang dijual di pasar. Namun niat itu tidak mampu dipenuhi karena ketiadaan uang. Warga…

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 736×

LHOKSEUMAWE – Awalnya Iriani, 45 tahun, berhasrat menghias rumah dengan produk yang dijual di pasar. Namun niat itu tidak mampu dipenuhi karena ketiadaan uang.

Warga Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, ini kemudian nekat membangun home industry sendiri dengan menghasilkan berbagai kerajinan tangan yang menarik.

“Awalnya saya berkeinginan di rumah itu ada hiasan seperti bunga, tapi kala itu tidak punya uang untuk membelinya. Dari situlah saya belajar secara otodidak dan kemudian membangun home industry,” kata Iriani ketika dijumpai portalsatu.com di rumahnya, yang juga sebagai tempat pembuatan kerajinan bunga. 

Dia mempromosikan bunga yang diproduksinya ramah lingkungan. Selain itu, bunga hias milik Iriani juga tahan lama. 

“Bahan bakunya mudah dan tidak perlu mengeluarkan modal untuk mendapatkannya. Hanya bermodalkan kegigihan dan konsentrasi penuh untuk menghasilkan kerajinan menarik dengan harga yang terjangkau,” kata Iriani.

Dia mengaku bisa membuat berbagai jenis kerajinan seperti bunga, souvenir kawinan, bros dan berbagai pernak-pernik hiasan rumah lainnya. Sementara bahan-bahan yang dipergunakan juga mudah ditemukan di daerah tersebut. 

Iriani mencontohkan bahan yang dipakai seperti ranting bambu kuning untuk batang bunganya, buah pinus untuk bunganya, pelepah pinang untuk daunnya. Dia juga mempergunakan daun pandan sebagai pengikat selain lem. 

“Gampang kali kan, semua bahannya itu bisa dicari dimana saja. Tidak perlu modal yang luar biasa. Hanya butuh ketelitian dan kerja keras tinggi untuk menghasilkan yang terbaik,” ujar wanita yang kesehariannya juga mengajar di SD 1, Dewantara, Aceh Utara.

Tak hanya itu, Iriani juga mempergunakan jerami, palem putri, biji buah sawo, dan gambas sebagai bahan baku untuk membuat kerajinan tersebut. Meskipun bahan yang dipergunakan mudah ditemukan, tetapi harga bunga hias yang dijual Iriani bervariasi. Mulai dari Rp5 ribu hingga Rp700 ribu. 

Harga ini sangat bergantung pada ukuran dan motif bunga. Berbeda halnya dengan souvernir pesta perkawinan yang hanya dijual Rp3 ribu, jika diambil lebih dari 50 unit.

“Kerajinan saya belum terekspose, makanya banyak orang belum mengetahuinya. Apalagi saya belum punya toko sendiri. Sekarang masih rumah sendiri menjadi tempat pembuatan kerajinan itu,” kata Iriani yang sudah menggeluti pekerjaan ini sejak 2009 lalu.

Iriani mengaku selama ini menjual kerajinannya jika ada yang memesan. Dia juga menitipkan produksi rumah tangganya ke toko-toko perabotan milik orang lain. Namun, ada juga produksi bunga hias miliknya dibawa oleh teman-teman Iriani ke Jakarta.

“Alhamdulillah, berkat usaha ini saya mampu mempekerjakan 5 orang pemuda yang sudah putus sekolah. Lumayanlah pendapatannya, dan (laba) bersih yang saya dapat bisa mencapai 5 hingga 6 juta dalam sebulan,” kata Iriani.

Produksi bunga hias Iriani juga pernah menjuarai lomba kerajinan tangan yang diselenggarakan Pemko Lhokseumawe pada 2014 lalu. Kala itu, dia memeroleh juara pertama kategori juara seni merangkai bunga.

Berkat kegigihannya, Iriani juga kerap diundang menjadi pemateri oleh elemen sipil untuk mengajar masyarakat di kawasan tersebut.

“Setiap ada event selalu kita pamerkan agar masyarakat tahu banyak bahan di sekelilingnya bisa dijadikan uang untuk menambah pendapatan keluarga. Saya selalu mengajarkan masyarakat di berbagai tempat, namun niat mereka belum muncul sehingga sulit kerajinan seperti ini berkembang. Masyarakat maunya jadi aja, kalau berusaha pasti tidak mau,” kata Iriani.

Iriani berharap Pemko Lhokseumawe senantiasa mengajarkan serta mengajak masyarakatnya lebih mandiri, dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekelilingnya. Pemerintah juga diminta untuk memberikan modal usaha agar masyarakat semakin termotivasi.[]

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar