TERKINI
NEWS

Kasus Pembunuhan Mariani Direkonstruksi

LHOKSEUMAWE – Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan Mariani, 42 tahun, janda asal Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh…

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 619×

LHOKSEUMAWE – Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang menewaskan Mariani, 42 tahun, janda asal Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, 21 Maret 2016. Rekonstruksi digelar di halaman belakang Mapolres Lhokseumawe, Rabu 22 Maret 2017.

Sebelumnya, polisi telah menangkap Zecky Pardesi alias Zeck alias Sarong, tersangka kasus pembunuhan tersebut. Hasil penyidikan, penyidik menyatakan kasus itu dilatarbelakangi dendam tersangka akibat merasa malu selalu ditagih utang emas tiga mayam oleh korban. Menurut penyidik, tersangka menikam korban menggunakan pisau lima kali.

“Ada 13 adegan yang diperagakan oleh pelaku, mulai dari perencanaan, kemudian terjadi percekcokan dengan korban, penikaman dengan pisau lima tusukan. Pertama ditusuk dengan posisi korban telungkup. Mendengar korban masih meronta-ronta, pelaku kemudian menusuk lagi empat kali dengan posisi korban terlentang,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Yasir usai rekonstruksi.

Yasir  mengatakan rekonstruksi kasus itu dilakukan di kompleks Mapolres Lhokseumawe, bukan di lokasi kejadian, agar lebih cepat dan menjamin keselamatan tersangka.        

“Kita menghindari kemungkinan adanya hambatan jika rekonstruksi dilakukan di TKP. Kalau disini prosesnya berlangsung lebih cepat, tertib dan aman. Juga kita hadirkan pihak Kejaksaan Negeri Lhoksukon dan penasihat hukum pelaku (Zecky),” ujar Yasir.

Yasir menjelaskan, Zecky yang merupakan warga asal Aceh Barat Daya, ditangkap di rumah kontrakan di Desa Lhok Salang, Kecamatan Kota Fajar, Aceh Selatan, 25 Januariu 2017. Kata dia, Zecky merasa malu karena Mariani sering menagih utang kepadanya.

“Pelaku sempat mengancam terlebih dahulu sebelum membunuh. Setelah dibunuh, korban diletakkan di kebun milik warga desa setempat,” kata Yasir.[]

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar