TERKINI
NEWS

Isu Penculikan Anak, Sosiolog: Kepolisian Harus Tegas

LHOKSUKON – Isu penculikan anak dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat termasuk di Aceh. Sosiolog Unimal, Dr. Nirzalin meminta pimpinan kepolisian di Aceh memberikan penyataan tegas,…

SUDIRMAN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

LHOKSUKON – Isu penculikan anak dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat termasuk di Aceh. Sosiolog Unimal, Dr. Nirzalin meminta pimpinan kepolisian di Aceh memberikan penyataan tegas, apakah informasi itu benar atau palsu. Karena, kata dia, aparat penegak hukum bertanggung jawab terhadap keamanan dan kenyamanan warga.

“Misalkan berbicara soal culik menculik, itu merupakan perilaku kriminal yang setiap harinya bisa saja terjadi. Tetapi yang selama ini meresahkan terlihat sebagai sesuatu yang bersifat terstruktur, sistematif dan masif seperti persoalan pilkada,” ujar Nirzalin dihubungi portalsatu.com, Rabu, 22 Maret 2017.

Artinya, kata Nirzalin, kalau informasi tentang penculikan anak itu benar, maka harus disikapi secara cepat dan tegas. “Kemudian masyarakat juga harus memberikan perhatian serius,” katanya.

Disinggung soal dugaan pengalihan isu, Nirzalin mengatakan, “Saya sampai sekarang belum melihat ini upaya pengalihan isu, tapi saya melihat ini sebagai sesuatu yang ingin meresahkan saja. Karena kalau pengalihan isu dalam konteks Aceh, misalkan ingin mengalihkan isu dari persoalan pat kulipat dan persoalan pilkada yang baru saja selesai, tampaknya rasionalnya belum ketemu.”

Sebab, kata Nirzalin, pilkada di Aceh secara formal terlaksana dengan baik. Jika kemudian ada perkara sengketa, itu pun sudah tersedia wadahnya, yaitu diadili oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

“Makanya pihak kepolisian harus memberikan pernyataan tegas (terkait isu penculikan anak). Saya kira penting sekali, supaya masyarakat punya pegangan dan kepastian bahwa ini bukan hoax, tapi objektif. Atau sebaliknya, ini adalah benar-benar hoax. Jika memang hoax, maka kemudian masyarakat tidak resah. Tapi kalau objektif, maka masyarakat pantas resah dan pantas diwaspadai oleh kita semua,” kata Nirzalin.

Nirzalin melanjutkan, jika ini teroganisir dan teroperalisasi dengan baik secara sistematis, seperti gejala yang dilihat di Pidie, Aceh Utara, Lhokseumawe, bahkan hingga Sukabumi, maka timbul pertanyaan, mengapa orang Indonesia mudah sekali diorganisir untuk yang seperti itu.

Jawaban dari pertanyaan itu, kata Nirzalin, sebenarnya sangat sederhana. Dalam konteks sekarang, kata dia, orang Indonesia dalam situasi ekonomi yang belum tumbuh secara baik. Sehingga dinilai mudah sekali orang diajak untuk melakukan hal-hal yang dapat memperoleh keuntungan dan kekayaan ekonomi yang cepat

Di samping itu, Nirzalin menambahkan, mengapa masyarakat sangat mudah diprovokasi mengikuti tindakan-tindakan kriminal semacam itu. Karena sebagian masyarakat ada yang mulai putus asa terhadap kemampuan negara memproteksi dan melindungi kenyamanan kehidupan mereka. Sehingga dengan mudahnya ketika diajak seperti itu, mereka bersedia.

Nirzalin menilai adanya beberapa statement pihak kepolisian yang terkesan berbeda, membuat situasi ini justru menyisakan hal yang dilema. “Ini sebenarnya yang benar yang mana. Kalau memang misalnya yang terjadi di Jakarta itu sifatnya sistematis seperti yang terlihat di media sosial, ini jangan salah, Kapolri juga belum pernah bicara bahwa ini hoax atau benar,” ujarnya.

“Ini yang kemudian lari kemana-mana penafsirannya. Orang menjadi paranoid, sekolah-sekolah mulai begitu ketat dijaga karena orang takut, anak-anak mengaji kini ditunggui oleh orang tua. Padahal pada dasarnya orang tua bisa produktif bekerja di tempat lain dan tidak harus menunggui anaknya. Artinya, ini menciptakan horor. Supaya tidak terjadi hororisme di tingkat masyarakat secara sosiologi, maka Polda atau Polres secara tegas harus mengatakan, ini benar-benar hoax atau objektif,” kata Nirzalin.

Kalau objektif, kata Nirzalin, maka kasusnya yang mana. “Yang sudah ditangkap yang mana. Bagaimana proses dan kejadiannya. Saya kira media harus tahu dan media wajib menyebarkannya,” ujar Nirzalin.[]

SUDIRMAN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar