Hari Pusisi Dunia 2017: Kami hanya Punya Batu Nisan
(Memperingati Hari Puisi Dunia 21 Maret 2017)
Pusi kami masih berupa batu
menunggu zaman berakhir
batu-batu bertasbih dalam sunyi
tasbih yang mengurang sampai hari kebangkitan.
Kami pun bertasbih dalam kegalauan
antara duka dan suka, usaha terus ada.
Batu-batu ini penanda kami, mereka bercerita pada kita.
Tidak pula batu semata,
kami punya cinta, kenangan, dan harapan,
semua terukir di batu, di buku.
Batu yang mulia karena diukir
pada suatu masa peradaban yang bercerita.
