BANDA ACEH – Koordinator Rakan Mualem, Muzakkir, menyayangkan sikap sebagian publik di Aceh yang membully bahkan menghina sikap beberapa anggota DPR Aceh yang bakal mundur jika Mahkamah Konstitusi (MK) tidak menghargai UUPA.
“Apa yang mereka sampaikan itu adalah bahagian dari semangat dasar mereka berdamai, turun gunung, memotong senjata dan bersedia menjadi anggota parlemen agar Aceh mendapatkan kewenangan khusus dalam NKRI, sebagaimana yang telah disepakati dalam MoU Helsinki dan UUPA,” kata Muzakkir melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Senin, 20 Maret 2017.
Dia menduga reaksi sebagian publik di Aceh terkait sikap dewan dari Partai Aceh tersebut berkaitan dengan popularitas. Selain itu, kata dia, ada beberapa pihak yang menganggap hebat jika berani menjadi oposisi partai penguasa.
Namun, terlepas dari pro dan kontra tersebut, Muzakir mengajak semua pihak untuk menyadari sisi positif di balik perjuangan para legislator yang notabenenya berasal dari kombatan dan simpatisan GAM.