BANDA ACEH – Duta Museum Aceh, Mujiburrizal, mengatakan, program Pemerintah Aceh membuat Pergub tentang arkeologi batu nisan Aceh dan mendaftarkan batu nisan Aceh adalah seperti gayung bersambut.
“Aceh adalah pusat tamadun Islam di Asia Tenggara. Dalam konteks pariwisata, daya tarik pariwisata di Indonesia, enam puluh lima persen budaya, Aceh punya itu lebih dari yang diperlukan,” kata Mujiburrizal, di Banda Aceh, Jumat, 17 Maret 2017.
Mujiburrizal, yang juga praktisi wisata Islami mengatakan, Aceh telah memenangkan penghargaan wisata halal dunia 2016 yaitu Destinasi Budaya ramah wisatawan muslim.
“Semestinya, kita fokus pada aspek budaya ini. Dan pergub adalah salah satu langkah awal yang sangat tepat. Di Malaysia, Kota Melaka telah didaftarkan di UNESCO sebagai world heritage dengan gelar Badaraya Bersejarah,
padahal Aceh memiliki peninggalan tamaddun Islam yang luar biasa dan sangat layak di daftarkan di UNESCO,” kata Mujiburrizal.
Mujiburrizal mengatakan, hal itu sebagai langkah nyata penyelamatan situs budaya Aceh sekaligus memperkuat branding Aceh sebagai destinasi pariwisata Islami.