SUBULUSSALAM – Pemerintah Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, menyiapkan lahan seluas 20 hektare untuk persiapan pembangunan bandar udara di daerah yang berbatasan langsung dengan Trumon, Aceh Selatan. Usulan tersebut disampaikan Camat Sultan Daulat, Khairunnas, dalam Musrenbang kecamatan yang dihadiri Wakil Wali Kota Subulussalam, Drs Salmaza, MAP, dan sejumlah anggota DPRK Dapil Sultan Daulat, Kamis, 16 Maret 2017.
“Untuk lokasi lahan kita siapkan di Desa Namo Buaya dan Lae Simolap lebih kurang sekitar 20 Ha,” kata Khairunnas.
Usulan ini disampaikan lantaran Kota Subulussalam belum memiliki lapangan udara tersendiri. Sementara kota ini semakin maju dan berkembang.
Khairunnas menyebutkan, selama ini, sejumlah tamu penting baik dari pusat maupun provinsi Aceh yang menggunakan pesawat tujuan ke Kota Subulussalam harus singgah di Bandara Syekh Hamzah Fansuri Aceh Singkil. Jarak antara bandara tersebut ke Subulussalam membutuhkan waktu dua jam perjalanan.